Malang — Aktivis muda Muhammad Raynan Rizky Akbar resmi dilantik sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (HMI FK UB) untuk periode 2026–2027. Pelantikan ini menandai babak baru dalam kepemimpinan organisasi mahasiswa Islam di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, sekaligus memperkuat posisi Raynan sebagai salah satu figur penting dalam dinamika gerakan mahasiswa kedokteran di Malang.
Dalam pernyataan perdananya setelah pelantikan, Raynan menegaskan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada perubahan arah gerakan mahasiswa yang lebih progresif dan responsif terhadap persoalan sosial maupun akademik.
“Sudah saatnya untuk perubahan. Mahasiswa kedokteran tidak boleh hanya berada di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga harus hadir dalam diskursus publik serta memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan,” ujar Raynan.
Latar Belakang Aktivisme
Raynan dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang aktif sejak awal masa studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Ia lahir di Malang pada 9 April 2005 dan sejak masa sekolah telah terlibat dalam berbagai organisasi dan forum diskusi mengenai isu sosial serta kebijakan pendidikan.
Ketertarikannya pada isu-isu sosial semakin berkembang ketika ia memasuki dunia kampus. Dalam berbagai forum mahasiswa, Raynan mulai terlibat dalam kajian politik kampus, diskusi kebijakan pendidikan, hingga gerakan advokasi mahasiswa.
Pada tahun 2023, Raynan juga mendirikan organisasi masyarakat sipil Aktivis Indonesia, sebuah platform yang bertujuan memperluas ruang partisipasi publik serta mendorong kesadaran kritis masyarakat terhadap isu sosial, politik, dan demokrasi.
Organisasi tersebut berkembang sebagai wadah diskusi, publikasi kajian, serta advokasi isu-isu kebijakan publik yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat luas.
Pengalaman Organisasi
Sebelum menjabat Ketua Umum HMI FK UB, Raynan memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi mahasiswa. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Aksi, Kajian, dan Propaganda di lembaga eksekutif mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya pada tahun 2025.
Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam berbagai kegiatan strategis seperti penyusunan kajian kebijakan, koordinasi gerakan mahasiswa, serta pengorganisasian diskusi publik mengenai isu demokrasi, pendidikan, dan kebijakan negara.
Raynan juga dikenal aktif dalam berbagai aksi mahasiswa yang mengangkat isu-isu nasional seperti pendidikan, kebijakan publik, dan ruang demokrasi. Perannya dalam menggerakkan mahasiswa kedokteran disebut sebagai salah satu faktor yang mendorong meningkatnya partisipasi mahasiswa kesehatan dalam gerakan sosial di lingkungan kampus.
Visi Kepemimpinan di HMI FK UB
Sebagai Ketua Umum HMI FK UB periode 2026–2027, Raynan menyampaikan bahwa organisasi harus kembali pada semangat intelektual dan pengabdian masyarakat yang menjadi fondasi gerakan mahasiswa Islam.
Menurutnya, HMI tidak hanya berfungsi sebagai wadah kaderisasi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan intelektual yang mampu menghasilkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.
Ia menekankan tiga fokus utama kepemimpinannya:
Penguatan kaderisasi intelektual, melalui diskusi, kajian ilmiah, dan pengembangan tradisi berpikir kritis di kalangan mahasiswa kedokteran.
Penguatan peran sosial mahasiswa, dengan mendorong mahasiswa kesehatan untuk aktif dalam isu kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.
Revitalisasi gerakan mahasiswa, agar organisasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menjadi motor perubahan sosial.
“HMI harus menjadi ruang lahirnya pemikir, bukan hanya pengurus organisasi. Kita ingin membangun tradisi intelektual yang kuat sekaligus keberanian moral untuk menyuarakan kebenaran,” kata Raynan.
Mendorong Peran Mahasiswa Kedokteran
Dalam pandangan Raynan, mahasiswa kedokteran memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap masyarakat. Ia menilai bahwa profesi kesehatan tidak dapat dipisahkan dari persoalan sosial, politik, dan kebijakan publik.
Karena itu, ia mendorong agar mahasiswa kedokteran tidak hanya fokus pada pendidikan profesional, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan politik yang tinggi.
Ia juga menilai bahwa perubahan dalam dunia kesehatan tidak dapat terjadi tanpa partisipasi aktif generasi muda yang memiliki pemahaman kritis terhadap kebijakan publik.
Harapan ke Depan
Pelantikan Raynan sebagai Ketua Umum HMI FK UB diharapkan membawa dinamika baru dalam gerakan mahasiswa kedokteran di Universitas Brawijaya. Banyak pihak menilai kepemimpinannya berpotensi memperkuat sinergi antara aktivitas akademik, gerakan mahasiswa, dan advokasi kebijakan publik.

Bagi Raynan sendiri, jabatan tersebut bukan sekadar posisi organisasi, tetapi tanggung jawab moral untuk memperjuangkan nilai-nilai keadilan, demokrasi, dan kemanusiaan.
“Perubahan tidak lahir dari kenyamanan. Ia lahir dari keberanian untuk berpikir, berdiskusi, dan bertindak. HMI harus menjadi bagian dari perubahan itu,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































