Sidoarjo – Upaya memperkuat karakter bangsa bisa dimulai dari langkah kecil yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Hal inilah yang dilakukan mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur saat mengadakan kegiatan pembinaan remaja di Panti Asuhan Aisyiyah, Sidoarjo. Kegiatan ini membawa pesan besar: bela negara bukan hanya tentang pertahanan wilayah, tetapi juga tentang membangun generasi muda yang berakhlak, berpikir sehat, dan mampu menolak pengaruh negatif.
Dalam acara yang digelar pada 18 Oktober 2025 tersebut, para mahasiswa menghadirkan sesi edukasi mengenai perilaku remaja dan bagaimana mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Peserta yang terdiri dari anak hingga remaja diajak memahami bahwa menjaga diri dari kenakalan bukan sekadar urusan pribadi, melainkan juga bentuk kontribusi terhadap bangsa.
“Kalau kita bisa menjaga sikap, memilih teman yang baik, dan menghindari hal-hal yang merugikan, itu juga bagian dari cinta tanah air,” ungkap salah satu pemateri di hadapan para peserta. Pesan ini disampaikan secara sederhana agar dapat dipahami oleh semua usia, mulai dari tingkat TK hingga Kuliah.
Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat. Mahasiswa menyisipkan berbagai permainan interaktif dan pemutaran video untuk membantu peserta memahami materi. Tawa, diskusi singkat, hingga beberapa pertanyaan spontan dari anak-anak membuat suasana panti terasa hidup dan menyenangkan. Dari permainan kecil, peserta belajar tentang fokus, disiplin, dan keberanian membuat keputusan nilai-nilai yang ikut membentuk karakter bela negara.
Pihak panti merasa kegiatan ini sangat relevan. Mereka menilai bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks, terutama terkait pengaruh media sosial dan tekanan pergaulan. Pendekatan mahasiswa yang tidak menggurui dan lebih mengajak berdialog membuat anak-anak merasa dihargai dan lebih mudah menyerap pesan yang disampaikan.
Bagi para mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman yang membuka mata. Mereka belajar bahwa bela negara dapat diwujudkan melalui kehadiran, perhatian, dan keinginan untuk membimbing. Tidak harus menunggu kesempatan besar; aksi kecil yang dilakukan dengan tulus pun dapat memberi dampak signifikan pada masa depan anak-anak.
Sebagai penutup, mahasiswa membagikan bingkisan sederhana dan mengabadikan momen bersama seluruh peserta. Meski kegiatan telah selesai, pesan tentang pentingnya menjaga diri dan membangun karakter diharapkan terus melekat dalam keseharian anak-anak panti. Langkah kecil ini mungkin sederhana, tetapi sesungguhnya ikut memperkuat pondasi bangsa melalui pembinaan generasi mudanya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































