Di era digital saat ini, tawuran remaja tidak hanya berupa ancaman secara fisik , tetapi juga memiliki dampak yang signifikan pada interaksi sosial mereka. Teknologi dan media sosial yang seharusnya bisa dipakai untuk hal-hal positif seperti belajar atau berbagi informasi, justru mempengaruhi perpecahan dan konflik antar remaja. Sebagai seorang mahasiswa, saya merasa prihatin melihat fenomena tawuran remaja yang masih marak terjadi, seperti kasus beberapa hari yang lalu di Cirebon, terjadi karena banyak remaja yang terprovokasi oleh konten tawuran yang sengaja dibuat untuk viral . Fenomena ini menunjukkan lemahnya kontrol sosial dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam konsep sosiologi, tawuran bisa dipahami sebagai bentuk penyimpangan sosial yang muncul karena interaksi sosial negatif antar kelompok. Seperti yang dikatakan Soerjono Soekanto, “Penyimpangan sosial adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.”
Penggunaan media sosial yang tidak tepat dapat merusak perilaku agresif pada remaja. Menurut J. Seno Aditya Utama dkk (2016) penggunaan media sosial yang berlebih dapat menurunkan kewaspadaan terhadap potensi pengaruh negatif di media sosial pada remaja, hingga dapat memperburuk kondisi kesehatan mental, sehingga akhirnya dapat mudah dipengaruhi oleh pihak predator. Akibatnya banyak remaja yang mudah terprovokasi oleh konten-konten di media sosial yang mengakibatkan terjadinya perilaku agresif.
Lemahnya fungsi keluarga dalam memberikan pengawasan menyebabkan remaja mencari perhatian dan validasi di media sosial. Juga lemahnya kontrol dari keluarga dan sekolah membuat remaja merasa bebas melakukan hal hal yang menyimpang. Padahal keluarga dan sekolah adalah lembaga sosial yang berfungsi membentuk kepribadian sosial dan menanamkan nilai-nilai moral. Jika fungsi ini tidak berjalan dengan baik, maka remaja akan mencari pengakuan melalui cara yang salah. Salah satunya dengan mengikuti tawuran.
Dampak tawuran remaja tidak hanya dirasakan oleh pelaku dan korban, tetapi juga oleh masyarakat luas. Dari sisi sosial, tawuran merusak hubungan antar kelompok masyarakat dan menciptakan rasa tidak aman. Dari sisi ekonomi, kerusakan fasilitas umum menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Secara psikologis, pelaku dan korban dapat mengalami trauma berkepanjangan. Jika interaksi yang terjadi bersifat negatif seperti ejekan, provokasi, dan ancaman maka hasilnya berupa konflik yang dapat berkembang menjadi kekerasan fisik.
Solusi untuk mencegah tawuran remaja perlu dimulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga. Orang tua perlu memberikan bimbingan dan pengawasan yang konsisten agar remaja tidak mudah dipengaruhi ajakan negatif di media sosial. Sekolah juga harus memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan positif yang mampu menyalurkan energi dan kreativitas remaja. Masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan kontrol sosial dan menjadi lingkungan yang peduli terhadap perkembangan remaja.
Maka dari itu, tawuran remaja bukan hanya masalah individu, melainkan masalah sosial yang melibatkan fungsi keluarga, sekolah, dan masyarakat secara bersamaan. Di era digital yang penuh peluang juga membawa tantangan besar apabila tidak disertai literasi digital dan kontrol sosial yang kuat. Dalam konsep sosiologi, tawuran merupakan bentuk penyimpangan sosial akibat lemahnya norma dan sistem sosial. Oleh karena itu, dengan memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan literasi digital, serta memperkuat kerja sama antar lembaga sosial menjadi langkah penting agar remaja dapat berinteraksi secara sehat dan bertanggung jawab. Harapannya, generasi muda mampu menjadikan era digital sebagai ruang yang membangun, bukan sebagai pemicu kekerasan atau konflik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































