Pada salah satu konsep antropologi yang membahas tentang tradisi, Murgiyanto (2014) mendefinisikan tradisi adalah hasil karya manusia yang meliputi kepercayaan, khayalan, lembaga, atau kejadian yang diturunkan dari satu generasi ke generasi seterusnya. Kecamatan Jamblang merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Cirebon yang masih kental dengan berbagai kebudayaan dan tradisi masyarakatnya. Salah satu tradisi yang masih dijalankan di Kecamatan Jamblang hingga saat ini adalah tradisi Buyut Mider.
Buyut Mider berasal daru dua kata, buyut yang artinya leluhur dan mider yang artinya keliling. Secara singkat, Buyut Mider adalah suatu tradisi di mana keranda yang dipercaya berisi buyut atau leluhur diarak keliling ke beberapa desa. Buyut atau leluhur yang dimaksud adalah sebuah benda pusaka milik Nyi Endang Geulis yang dipercaya oleh masyarakat sekitar bahwa roh nya mendiami benda pusaka tersebut, benda pusaka ini merupakan benda favoritnya semasa hidup. Nyi Endang Geulis sendiri merupakan seorang tokoh masyarakat yang terkenal sakti dan mempunyai ilmu yang tinggi, semasa hidupnya beliau sangat disegani oleh masyarakat dan sampai saat ini raganya sudah tidak ada pun masyarakat masih sangat menghormatinya.
Tradisi Buyut Mider dilaksanakan secara rutin setiap setahun sekali bersamaan dengan tradisi muludan. Tahun ini, tradisi Buyut Mider sudah dilaksanakan, tepatnya pada tanggal 17 September 2025 lalu. Dalam pelaksanaannya, tandu diarak keliling ke beberapa desa di wilayah Kecamatan Jamblang pada malam hari, tepatnya setelah isya. Sebelum diarak, tandu ditahlilkan terlebih dahulu oleh sesepuh. Setelah itu tandu diarak dengan dipanggul oleh beberapa orang diiringi dengan ucapan “la illaha illallah”.
Pada salah satu konsep antropologi yang membahas tentang magis, J.G. Frazer mendefinisikan magis sebagai sebuah pseudosains, yaitu ilmu pengetahuan palsu. Dalam hal ini, magis dapat dilihat dari anggapan masyarakat yang percaya bahwa pemuda pemudi yang ikut serta dalam pelaksanaan tradisi ini dipercaya akan cepat mendapatkan jodoh, juga sawah-sawah yang dilewati oleh Buyut Mider ini akan bagus hasil padinya. Ketika Buyut mider lewat, warga berbondong-bondong membawa air di sebuah ember lengkap dengan segala rupa bunga, hal itu dipercaya para warga bahwa air yang sudah dilewati oleh Buyut Mider dapat dijadikan obat untuk segala penyakit dan membawa keberkahan. Biasanya warga menggunakan air itu untuk mandi seluruh keluarganya.
Sebagai penulis, saya memandang tradisi Buyut Mider ini bukan hanya sebagai ritual kebudayaan saja, tetapi salah satu cara masyarakat Kecamatan Jamblang untuk mempererat rasa solidaritas. Dengan prosesi Buyut Mider yang diarak keliling ke beberapa desa, hal itu membuktikan bahwa adanya rasa gotong royong dan kekeluargaan yang terjalin. Selain itu, di tengah arus globalisasi saat ini, tidak dapat menghilangkan kebudayaan yang sudah ada. Masyarakat Kecamatan Jamblang sampai saat ini masih melestarikan tradisi Buyut Mider secara turun temurun. Namun dibalik itu, tradisi Buyut Mider ini juga dapat menimbulkan dampak yang negatif. Kepercayaan masyarakat yang masih kuat dengan hal-hal mistis dapat menimbulkan pemikiran masyarakat yang sulit terbuka di era globalisasi saat ini.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































