Di pesisir utara Lamongan, Jawa Timur, terdapat sebuah desa yang hidup dalam harmoni antara sejarah, spiritualitas, dan ekonomi kreatif: Desa Sendang Duwur. Sebagai desa yang kerap diidentikkan hanya dengan wisata religi, belakangan Sendang Duwur menunjukkan dinamika yang lebih hidup, berhasil menganyam tradisi yang berusia berabad-abad dengan inisiatif masyarakat yang progresif untuk kesejahteraan bersama.
Pasar Minggu Legi: Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal
Gambaran kemandirian dan kreativitas masyarakat terlihat nyata dalam Pasar Minggu Legi “Latar Cendhani”. Berbeda dengan pasar tradisional biasa, pasar yang digelar sebulan sekali pada hari Minggu Legi (penanggalan Jawa) ini adalah buah aspirasi warga yang diwujudkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Paduraksa Sendang Duwur.
Yang paling unik adalah sistem transaksinya. Alih-alih uang tunai, pengunjung menukar uang dengan koin kayu yang kemudian digunakan untuk membeli berbagai kuliner khas dan produk lokal. Sistem ini bukan sekadar atraksi, melainkan strategi untuk menciptakan pengalaman wisata yang autentik dan memudahkan transaksi.
Pasar ini telah menjadi ruang hidup bagi kuliner lawas yang jarang ditemui, seperti sego muduk dengan cita rasa gurih dan pedas khas olahan hasil laut, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi bagi banyak ibu-ibu rumah tangga di desa. Inisiatif ini mendapat pendampingan dari akademisi, seperti dari Universitas Islam Lamongan (Unisla), untuk pengembangan manajemen dan pemasaran yang berkelanjutan.
Inti Spiritual dan Akulturasi Budaya yang Abadi
Daya tarik utama Sendang Duwur tetap tak terlepaskan dari sosok Sunan Sendang Duwur (Raden Noer Rahmat), seorang penyebar Islam di pesisir utara Jawa pada abad ke-16. Kompleks makam dan masjid kuno di bukit Amitunon merupakan pusat spiritual yang ramai dikunjungi peziarah.
Keistimewaannya terletak pada akulturasi budaya yang tampak pada arsitekturnya. Kompleks ini menampilkan perpaduan unsur Islam dan Hindu-Jawa, seperti gapura paduraksa khas Majapahit, atap limasan bertingkat, serta ukiran kayu jati bernilai seni tinggi. Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Lamongan, Mifta Alamudin, menyebut relief surya Majapahit dan burung merak pada gapura sebagai simbol penghormatan dan bukti sejarah toleransi.
Legenda “Masjid Tiban” yang konon dipindahkan dari Mantingan, Jepara, dalam satu malam, semakin memperkaya narasi spiritual dan budaya tempat ini, menjadikannya bukan hanya situs ziarah tetapi juga laboratorium sejarah yang hidup.
Integrasi ke dalam Peta Pariwisata Regional
Potensi yang dimiliki Sendang Duwur telah mendapat perhatian pemangku kepentingan yang lebih luas. Desa ini kini termasuk dalam paket wisata terintegrasi “Pantura Etno Trip” yang diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan. Paket ini memungkinkan wisatawan menjelajahi beberapa desa wisata untuk mengalami kekayaan sejarah, budaya, dan religi secara langsung.
Selain itu, kegiatan budaya besar seperti Ruwahan Sendang Duwur yang digelar setiap tahun menyambut Ramadan, telah masuk dalam kalender event resmi kabupaten. Festival yang menampilkan pawai budaya, sedekah kuliner masif, dan bazar UMKM ini menjadi platform promosi yang efektif, sekaligus mengokohkan komitmen pelestarian tradisi.
Tantangan dan Langkah ke Depan
Di balik perkembangannya, Sendang Duwur menghadapi tantangan klasik desa wisata: keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) muda. Banyak pemuda memilih bekerja di kota besar atau menjadi TKI, sehingga regenerasi pengelola menjadi pekerPemerintah daerah, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, menyatakan komitmen untuk terus mendampingi. Upaya ini sejalan dengan langkah pengawasan keamanan dan kenyamanan destinasi wisata Lamongan secara ketat, terutama menjelang momen liburan, untuk memastikan pengalaman positif bagi wisatawan.
Dengan fondasi sejarah dan spiritual yang kokoh, ditambah semangat gotong royong masyarakatnya, Sendang Duwur sedang menapaki transformasinya. Dari kampung religi, ia bertransformasi menjadi destinasi budaya yang komprehensif, yang tidak hanya menjaga warisan leluhur tetapi juga secara aktif menciptakan masa depan ekonomi yang lebih sejahtera bagi warganya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































