Sayidatul Maslahah
Serang, Banten – Talas Beneng, salah satu umbi lokal khas Kabupaten Pandeglang, menjadi semakin terkenal karena menjadi salah satu bahan pangan sehat yang digunakan dalam dalam proyek inovasi mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Jurusan Pendidikan Khusus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Sekolah Khusus Negeri (SKH) 2 Kota Serang. Melalui kegiatan pengenalan dan pengolahan pangan lokal, mahasiswa PLP menghadirkan edukasi mengenai potensi Talas Beneng sebagai pangan sehat yang bebas gluten dan kasein, sehingga aman dikonsumsi oleh anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memerlukan diet GFCF (gluten free casein free). Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman penerapan ilmu bagi mahasiswa, tetapi juga memperluas wawasan guru, orang tua, dan peserta didik mengenai keunggulan pangan lokal khas Banten.
Dalam implementasi proyek tersebut, mahasiswa PLP memperkenalkan berbagai variasi olahan Talas Beneng yang dapat dinikmati oleh anak-anak dengan kebutuhan diet khusus. Talas Beneng diolah menjadi tepung untuk membuat brownies, kue kering, pancake, dan roti bebas gluten. Olahan sederhana seperti keripik, stik talas, dan berbagai variasi Talas Beneng juga disosialisasikan kepada guru dan orang tua agar mudah diterapkan sebagai menu harian anak. Ragam olahan ini membuktikan bahwa Talas Beneng tidak hanya kaya manfaat, tetapi juga fleksibel digunakan sebagai bahan makanan yang disukai anak-anak di sekolah.
Dilihat dari sisi nutrisi, Talas Beneng memiliki kandungan gizi yang sangat mendukung kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Umbi ini kaya karbohidrat kompleks yang memberikan energi stabil, tinggi serat yang membantu mengatasi gangguan pencernaan yang sering dialami anak autisme, serta mengandung vitamin B6, vitamin C, kalium, dan magnesium yang berperan dalam mendukung sistem saraf, metabolisme tubuh, dan kekebalan. Kandungan alaminya yang bebas gluten dan kasein menjadi poin utama yang disorot mahasiswa PLP, mengingat banyak anak di SKH Negeri 2 Kota Serang yang memiliki sensitivitas terhadap kedua zat tersebut. Dengan demikian, Talas Beneng dapat menjadi solusi lokal yang aman dan mudah diperoleh tanpa harus mengandalkan produk impor yang lebih mahal.
Proyek mahasiswa PLP ini menunjukkan bahwa Talas Beneng bukan hanya sekadar komoditas lokal, melainkan aset pangan yang memiliki potensi besar untuk mendukung kesehatan ABK sekaligus memperkuat identitas pangan daerah Banten. Melalui kegiatan edukasi dan praktik langsung di SKH Negeri 2 Kota Serang, mahasiswa berhasil memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat Talas Beneng serta mendorong penerapannya dalam menu pangan sehat di lingkungan sekolah. Dengan sinergi antara kampus, sekolah, dan masyarakat, Talas Beneng semakin diharapkan menjadi ikon pangan lokal yang bermanfaat dan inklusif bagi semua kalangan, terutama anak-anak yang memerlukan perhatian nutrisi khusus.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































