Seringkali dianggap bahwa ampunan hanya datang di bulan Ramadan, sehingga setelah bulan ini pergi, orang-orang kerap kali berhenti dan mulai bermalas-malasan dalam menunaikan kebaikan. Padahal seperti yang kita tahu, Allah Swt adalah Tuhan yang tidak tidur dan akan selalu mendengarkan hambanya. Baik pada waktu siang yang teriknya luar biasa, maupun saat pagi buta, dimana banyak orang yang masih tertidur pulas.
Bukan hanya pada bulan Ramadan, tetapi bulan-bulan yang lain juga selalu terbuka pintu taubat itu untuk sesiapa yang ingin mengetuknya.
Bagi-Nya, semua waktu adalah masa untuk mengampuni hambanya, bahkan dengan dosa yang baru saja diperbuat. Allah Swt maha mengetahui lagi maha melihat, Allah Swt senantiasa mengerti apa yang dirasa dan dibutuhkan oleh setiap hambanya. Maka dari itu, Allah selalu membukakan pintu ampunan untuk hamba-Nya yang ingin bertaubat.
Manusia memang tempatnya salah dan dosa, tak luput dari sebuah kesalahan. Terkadang setan yang disalahkan, tapi apakah kita pernah sadar bahwa jika bukan kita yang meng-iyakan, maka maksiat tidak akan dilakukan.
Kurang pengertian apa coba Allah Swt itu kepada kita? Berbuat dosa, diampuni. Walaupun Allah Swt tau bahwa hamba ini akan mengulangi.
Allah tau kita datang hanya untuk melangitkan keinginannya, ketika sudah terpenuhi, ntah kemana pergi. Tapi, meski demikian, Allah Swt tetap dengan ikhlas mendengarkan dan mengabulkan.
Sebagai seorang hamba, bukankah sudah sepatutnya kita selalu melangitkan pujian? Bukan hanya ketika ingin, tetapi juga saat ingat akan setiap anugerah yang telah kita terima.
Lantas apa yang harus dilakukan?
1. Istiqomah menjalankan perintahnya, meski hanya sedikit. Karena Allah Swt menyukai hal-hal kecil yang konsisten meskipun sedikit.
2. Mengingat bahwa Allah Swt adalah Tuhan yang selalu membukakan pintu taubat untuk hambanya yang ingin menjadi lebih baik.
3. Selalu melangitkan pujian kepada-Nya, bukan hanya saat ingin tetapi setiap saat.
Pintu taubat tak pernah tertutup, maka teruslah ketuk sampai pintu itu terbuka dan menerima. Selagi ada keinginan, pasti ada kemudahan. (aik)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































