Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – MAN 1 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan kokurikuler bagi murid kelas X dengan tema “Zero Waste” pada Jumat (13/03/2026). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus mengenalkan praktik Urban Farming sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan di kawasan perkotaan.
Kegiatan diawali dengan workshop berupa pemaparan materi mengenai urban farming yang disampaikan oleh narasumber dari Yoso Farm, yaitu Sri Widodo dan Nurul Fitri Hidayati. Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan berbagai metode bercocok tanam di lahan terbatas serta pentingnya pengelolaan sampah di sekitar kita.
Setelah sesi materi, para murid diajak untuk praktik langsung memasang compost bag sebagai wadah pembuatan pupuk kompos. Murid terlihat sangat antusias karena dilibatkan secara langsung dalam proses pemasangan. Compost bag yang digunakan terbuat dari bahan khusus yang mampu bertahan hingga tiga tahun.
Dalam proses pembuatan kompos, bahan yang digunakan berasal dari sampah daun kering dan daun segar yang terdapat di sekitar lingkungan madrasah. Sampah daun tersebut dimasukkan ke dalam compost bag dan dibiarkan hingga terurai secara alami. Dalam waktu sekitar satu tahun, kompos yang dapat dipanen mencapai sekitar 40 persen dari keseluruhan isi, yaitu kurang lebih 15 kilogram.
Widodo menjelaskan bahwa metode yang digunakan adalah Lazyman Composting.
“Pembuatan pupuk kompos dengan metode lazyman composting itu sangat mudah karena tidak memerlukan perawatan yang sulit. Bahan organik cukup dibiarkan hingga berubah menjadi kompos,” ujar Widodo.
Nurul menambahkan bahwa bahan sisa makanan tidak dianjurkan untuk dimasukkan ke dalam compost bag.
“Dalam pembuatan kompos ini tidak dianjurkan menggunakan bahan sisa makanan karena dapat mengundang hewan pengerat seperti tikus yang bisa melubangi kantong tersebut,” jelasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pembuatan vertikultur, yaitu teknik bercocok tanam secara vertikal yang cocok diterapkan di lahan sempit. Para murid turut membantu dalam proses pemasangan wadah vertikultur yang nantinya akan ditanami tanaman semusim seperti sawi, bayam, dan kangkung. Dengan memanfaatkan area pagar di sekitar madrasah, setiap kelas mendapatkan area masing-masing untuk mempraktikkan teknik vertikultur sesuai kreativitas mereka. Hal ini menjadi pengalaman belajar langsung bagi murid dalam menerapkan konsep urban farming.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
“Kegiatan ini tidak hanya memberi pengetahuan tentang pertanian perkotaan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian murid terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah dan pemanfaatan lahan terbatas,” ungkap Edi. (mzs)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































