Bantul (MAN 4 Bantul) – Pada Selasa (10/03/2026) para siswa kelas XI MAN 4 Bantul mengikuti praktik ibadah perawatan jenazah dengan fokus pada tata cara menyolatkan jenazah. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran fikih yang tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik secara langsung kepada siswa.
Di bawah bimbingan guru fikih MAN 4 Bantul, Yasin Syafii Azami dan Laili Masruroh, siswa-siswi mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan salat jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Sebelum praktik dimulai, guru terlebih dahulu memberikan instruksi dan contoh mengenai urutan pelaksanaan salat jenazah, mulai dari niat, posisi berdiri, hingga empat kali takbir yang menjadi ciri khas dalam salat jenazah.
Setelah penjelasan diberikan, siswa diminta mempraktikkan secara langsung. Praktik dilakukan secara berkelompok dengan pembagian yang menyesuaikan ketentuan dalam fikih. Kelompok siswa putra mempraktikkan salat jenazah untuk jenazah laki-laki, sedangkan kelompok siswa putri mempraktikkan salat jenazah untuk jenazah perempuan. Seluruh praktik dilakukan secara berjamaah sehingga siswa dapat memahami posisi imam dan makmum dalam pelaksanaan salat jenazah.
Dalam praktik tersebut, siswa terlihat mengikuti setiap tahapan dengan serius dan penuh perhatian. Mereka memperhatikan posisi berdiri imam, letak berdiri makmum, serta bacaan-bacaan yang dilafalkan pada setiap takbir. Suasana kelas pun berubah menjadi ruang pembelajaran yang sarat makna spiritual sekaligus pengalaman praktis.
Salat jenazah sendiri memiliki tata cara khusus. Salat ini dilakukan dengan berdiri bagi yang mampu, tanpa rukuk dan sujud, serta terdiri dari empat kali takbir. Setelah takbir pertama membaca Al-Fatihah, takbir kedua membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, takbir ketiga membaca doa untuk jenazah, dan takbir keempat dilanjutkan dengan doa kemudian salam.
Guru fikih MAN 4 Bantul, Laili Masruroh, menyampaikan bahwa praktik ini bertujuan agar siswa memiliki bekal keterampilan ibadah yang nyata dan bermanfaat di tengah masyarakat. “Pembelajaran praktik seperti ini sangat penting karena perawatan jenazah adalah kewajiban fardu kifayah dalam Islam. Dengan memahami dan mempraktikkannya sejak di bangku madrasah, siswa diharapkan mampu berkontribusi di masyarakat ketika diperlukan, serta tidak merasa ragu dalam melaksanakan ibadah tersebut,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga dibekali kesiapan untuk menjalankan tanggung jawab sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat. Pembelajaran di MAN 4 Bantul pun menjadi lebih hidup karena menghubungkan ilmu yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































