Pernahkah Anda mencoba uji kesegaran telur hanya dengan segelas air? Fenomena telur yang tenggelam dan mengapung ternyata bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari perubahan kimia yang terjadi di dalam telur. Metode sederhana ini sering digunakan untuk mengetahui apakah telur masih layak dikonsumsi atau sudah mulai membusuk. Informasi ini juga dijelaskan dalam edukasi pangan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan yang menyebutkan bahwa perubahan kualitas telur dapat terjadi selama penyimpanan akibat proses kimia dan masuknya udara melalui pori-pori cangkang. (https://www.pom.go.id)
Secara ilmiah, kondisi ini dipengaruhi oleh massa jenis telur yang berubah seiring waktu. Telur segar memiliki massa jenis lebih besar daripada air karena komposisinya masih stabil. Namun, seiring penyimpanan, terjadi difusi gas melalui pori-pori cangkang serta perubaha kimia telur yang menyebabkan terbentuknya gas di dalamnya.

Telur yang tenggelam menandakan telur masih segar. Pada kondisi ini, kandungan air dan protein (albumin) masih padat, serta rongga udara di dalam telur masih sangat kecil. Karena massa jenisnya lebih besar daripada air, gaya gravitasi lebih dominan, sehingga telur tetap berada di dasar wadah dalam posisi mendatar. Inilah salah satu ciri telur segar yang mudah dikenali.
Sebaliknya, telur yang mengapung menunjukkan bahwa telur sudah tidak segar atau bahkan telur busuk. Hal ini terjadi akibat reaksi pembusukan oleh mikroorganisme yang menghasilkan gas seperti hidrogen sulfida (H₂S) dan amonia (NH₃). Gas-gas ini meningkatkan volume di dalam telur tanpa menambah massa secara signifikan, sehingga massa jenisnya menurun dan telur pun mengapung ke permukaan. Fenomena ini juga dijelaskan dalam literatur ilmiah yang menyebutkan bahwa selama penyimpanan, kualitas telur menurun akibat terbentuknya gas di dalam telur yang memengaruhi massa jenisnya. ( https://ppid.ipb.ac.id/dosen-ipb-university-paparkan-cara-menguji-kualitas-telur-dengan-tes-apung/ )
Fenomena ini dapat dijelaskan melalui prinsip Archimedes, yaitu hubungan antara gaya apung dan massa jenis benda dalam cairan. Jika massa jenis telur lebih besar dari air, telur akan tenggelam. Sebaliknya, jika lebih kecil, telur akan mengapung. Konsep ini menjadi dasar ilmiah dari uji sederhana yang sering kita lakukan di rumah.
Pada akhirnya, uji kesegaran telur melalui metode sederhana seperti melihat apakah telur tenggelam atau mengapung bukan hanya praktis, tetapi juga memiliki dasar ilmiah yang kuat. Perubahan massa jenis, difusi gas, hingga reaksi kimia pembusukan menunjukkan bahwa setiap fenomena sederhana di sekitar kita sebenarnya menyimpan penjelasan yang menarik.
Dari sini, kita bisa melihat bahwa ilmu kimia tidak selalu rumit dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Justru, melalui hal kecil seperti telur di dapur, kita dapat memahami konsep besar seperti prinsip Archimedes dan perubahan kimia.
Jadi, lain kali saat Anda ingin mengecek telur di rumah, ingatlah bahwa Anda tidak hanya sedang memasak—Anda juga sedang menerapkan ilmu kimia dalam kehidupan nyata.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



























































