Surabaya — Program Apresiasi Pelaku Budaya kembali digelar oleh Bidang Kebudayaan melalui Tim Pembinaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur menjelang bulan Ramadan. Kegiatan yang berlangsung sejak Februari hingga Maret 2026 ini turut melibatkan mahasiswa Linguistik Indonesia UPN Veteran Jawa Timur dalam proses pelaksanaan dan pendataan kegiatan.
Program apresiasi ini telah dilaksanakan sejak tahun 2011. Pada awal pelaksanaannya, kegiatan tersebut dikenal dengan nama Apresiasi Seniman. Namun, seiring berkembangnya cakupan kegiatan kebudayaan di masyarakat, program ini berubah nama menjadi Apresiasi Pelaku Budaya.
Pelaksanaan program dilakukan sebagai bentuk dukungan dan penghargaan kepada para pelaku budaya yang telah berkontribusi dalam menjaga serta melestarikan budaya daerah. Setiap penerima apresiasi memperoleh bantuan sebesar Rp1.000.000 yang telah dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun syarat penerima apresiasi meliputi pelaku budaya yang telah memiliki KTP, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan anggota TNI maupun Polri, serta diutamakan bagi pelaku budaya lanjut usia.
Dalam pelaksanaannya tahun ini, mahasiswa Program Studi Linguistik Indonesia UPN Veteran Jawa Timur turut terlibat membantu kegiatan administrasi dan dokumentasi. Keterlibatan mahasiswa mencakup proses pendokumentasian kegiatan, perekapan data penerima apresiasi, hingga membantu kelancaran penyerahan apresiasi kepada pelaku budaya di berbagai wilayah.
Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk implementasi pengalaman magang sekaligus memberikan kesempatan untuk memahami secara langsung proses pembinaan kebudayaan di lingkungan pemerintahan.
Menurut Tim Pembinaan Bidang Kebudayaan, program apresiasi akan terus dilanjutkan karena mendapat respons positif dari masyarakat. Meski sempat mengalami perubahan sumber pendanaan akibat efisiensi anggaran, pelaksanaan program tetap berjalan dengan dukungan anggaran dari pihak dewan.
Melalui program ini, diharapkan perhatian terhadap pelaku budaya terus meningkat sehingga tradisi dan budaya lokal di Jawa Timur dapat tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Penulis: – Adinda Rusdianti Maulani Putri
– Adelia Savitri
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































