Upaya peningkatan kualitas data dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kehutanan kembali diperkuat melalui kegiatan Training of Facilitator Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0 yang berlangsung pada 21 hingga 25 April 2026 di Aston Bogor Hotel & Resort.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ade Tri Ajikusumah, SE., M.Si dari Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjalankan tugas di bidang kehutanan dengan rasa bahagia dan keikhlasan. Menurutnya, pengelolaan hutan bukan hanya persoalan teknis dan administratif, tetapi juga panggilan moral yang membutuhkan dedikasi, integritas, dan kecintaan terhadap alam.
“Bekerja di sektor kehutanan harus dilandasi dengan rasa bahagia dan ikhlas. Dengan begitu, setiap tugas yang dijalankan tidak hanya menghasilkan output yang baik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan peserta dari berbagai instansi pemerintah, akademisi, serta praktisi kehutanan dari seluruh Indonesia. Salah satu perwakilan akademisi yang turut berpartisipasi adalah Meylida Nurrachmania, S.Hut., M.Si, dosen dari Program Studi Kehutanan Universitas Simalungun.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi fasilitator dalam melaksanakan inventarisasi hutan nasional secara sistematis, akurat, dan berbasis pendekatan ilmiah terkini. Inventarisasi hutan memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan kebijakan kehutanan, terutama dalam menghadapi isu global seperti perubahan iklim, deforestasi, dan degradasi hutan.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan terkait metode inventarisasi, penggunaan teknologi pemetaan, serta pengolahan data kehutanan. Selain itu, sesi diskusi interaktif dan berbagi pengalaman menjadi ruang penting dalam membangun kolaborasi lintas sektor.
Keikutsertaan perwakilan perguruan tinggi, termasuk Universitas Simalungun, menunjukkan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan praktisi dalam mendukung pembangunan kehutanan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan implementasi inventarisasi hutan dapat berjalan lebih efektif dan adaptif di berbagai wilayah.
Melalui kegiatan ini, para fasilitator diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kualitas data kehutanan Indonesia. Data yang akurat dan terpercaya akan menjadi landasan utama dalam pengambilan kebijakan yang tepat serta pengelolaan hutan yang berkelanjutan di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































