Jakarta – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) kembali mempertegas bahwa keberlanjutan tidak hanya soal jejak karbon, tetapi juga tentang penguatan sumber daya manusia melalui inklusivitas. Hal ini dibuktikan dengan dinobatkannya Festy Ratna Aditama, Manajer Divisi Transformation, Engineering, dan Quality, sebagai Kartini Infrastruktur Inovatif 2026, Rabu (22/4).
Penghargaan dari Majalah Lintas ini menjadi pengakuan atas budaya kerja perusahaan yang memberikan kesempatan setara di sektor konstruksi yang maskulin. Turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti yang memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah emansipasi. “Antara pria dan wanita harus seimbang dalam kompetensi, kepemimpinan, dan kepedulian. Perempuan kini tidak hanya bekerja, tetapi menjadi penggerak ekonomi bangsa,” tutur Diana dalam sambutannya.
Festy menjadi salah satu perempuan yang berkontribusi menjadi penggerak ekonomi tersebut. Mengawali karir dari program OJT pada 2013 sebagai satu-satunya perempuan di Divisi Engineering, kini ia telah menduduki posisi manajemen puncak (BOD-1). “Menurut saya, ini bukan sekadar penghargaan pribadi, tetapi pengakuan bagi seluruh perempuan Indonesia yang bekerja di industri infrastruktur,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Alumni Teknik Sipil UNS, UNDIP, dan ITS ini telah membidani lahirnya berbagai terobosan penting. Salah satu kontribusinya adalah membawa WIKA Beton menjadi satu-satunya produsen beton pracetak di Indonesia yang memiliki sertifikasi Environmental Product Declaration (EPD). Menciptakan beton ramah lingkungan dengan menintegrasi semen dan matarial yang leboh ramah lingkungan seperti fly ash dan slag, serta pemanfaatan limbah industri untuk menekan emisi karbon tanpa mengurangi mutu produk.
Di bawah kepemimpinannya, digitalisasi juga menjadi pilar efisiensi operasional. WIKA Beton menerapkan Real Cut 1D, perangkat lunak untuk mengoptimalkan pemotongan baja tulangan guna meminimalkan limbah. Selain itu, terdapat sistem Computer Control Machining System (CCMS) yang memungkinkan pemantauan produksi secara real-time untuk menjamin kualitas dan efisiensi di setiap lini pabrik. Kontribusi Festy juga tercermin pada Concrete Level Crossing, sistem perlintasan rel dan jalan raya inovatif yang kini telah terdaftar patennya di DJKI.
Festy menambahkan bahwa amanah memimpin bidang teknis merupakan bukti nyata pengakuan perusahaan terhadap kapasitas perempuan. “WIKA Beton sangat mengakui bahwa perempuan tidak berbeda dengan laki-laki. Mereka bisa memimpin. Alhamdulillah saya diberi kepercayaan sampai level BOD-1,” tegasnya.
Implementasi kesetaraan ini menjadi bagian integral dari praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. WIKA Beton memandang ESG mencakup tata kelola manusia, termasuk kesetaraan remunerasi dan jalur karier yang terbuka lebar. Komitmen ini tercermin dari skor ESG S&P Global perusahaan yang mencapai 71, menempatkan WIKA Beton di jajaran 13% teratas industri material konstruksi secara global.
Langkah WIKA Beton dalam menempatkan srikandi-srikandinya di posisi strategis diharapkan menjadi inspirasi bagi industri infrastruktur nasional untuk terus melibatkan perempuan sebagai penggerak utama ekonomi bangsa
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































