Singosari, 23 April 2026 – Berangkat dari kekayaan bahan alami di lingkungan sekolah, Kelompok KKM 50 Pramudya Sevadharma UIN Malang menggelar kegiatan inovatif pembuatan jamu kunyit bunga sepatu di SMPN 1 Singosari. Melalui pendekatan praktik langsung, siswa tidak hanya belajar, tetapi juga berhasil menghasilkan produk minuman herbal.
Kegiatan ini diikuti oleh Duta Adiwiyata, Duta PJAS, serta 20 kader Adiwiyata dan PJAS SMPN 1 Singosari. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMPN 1 Singosari Ana Purwati, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Elly Lailatul Budur, M.Pd., Koordinator Adiwiyata Syahrul Akmal, S.Pd., serta Ketua PJAS Ika Anggi Ratnawati, S.Pd. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC Muh. Farhan Athallah, dilanjutkan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Koordinator Adiwiyata, serta Ketua Kelompok KKM 50 Pramudya Sevadharma UIN Malang, Varel Vikri Al-Islamy, kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama.
Memasuki inti kegiatan, peserta mendapatkan pemaparan mengenai asal-usul inovasi jamu kunyit bunga sepatu. Jamu kunyit bunga sepatu merupakan inovasi minuman herbal yang terinspirasi dari bunga sepatu sebagai ikon SMPN 1 Singosari, yang sebelumnya telah dikenal melalui produk teh bunga sepatu. Dalam pengembangannya, bunga sepatu dipadukan dengan jamu tradisional kunyit asam sehingga menghasilkan minuman herbal baru bernama jamu kunyit bunga sepatu. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai kandungan dan khasiat bahan. Kunyit berfungsi sebagai antioksidan, meningkatkan imun, serta menjaga kesehatan hati dan pencernaan. Sementara itu, bunga sepatu mengandung flavonoid, polifenol, antosianin, dan vitamin C yang bermanfaat bagi daya tahan tubuh dan metabolisme.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan alat, bahan, serta tahapan pembuatan jamu kunyit bunga sepatu. Peserta kemudian diperkenalkan dengan hasil produk yang telah dikembangkan sebelum memasuki sesi praktik. Dalam sesi ini, duta dan kader Adiwiyata serta PJAS secara langsung terlibat dalam proses pembuatan jamu, mulai dari persiapan bahan hingga penyajian. Sebagai bentuk implementasi, kegiatan ini juga diikuti dengan penjualan produk jamu kunyit bunga sepatu yang dikembangkan oleh mahasiswa KKM 50 UIN Malang. Produk tersebut diperkenalkan kepada bapak dan ibu guru sebagai contoh hasil inovasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup oleh MC sebagai penanda berakhirnya acara.
Koordinator Adiwiyata, Syahrul Akmal, S.Pd., menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. “Bumi ini harus kita jaga, karena bukan hanya milik kita sendiri, tetapi milik bersama. Salah satu caranya bisa dimulai dari hal sederhana seperti menanam pohon, yang memberi banyak manfaat bagi kehidupan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dalam nilai keagamaan, menjaga lingkungan merupakan bagian dari kebaikan yang bernilai ibadah. Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan. “Sesuatu yang besar jika dilakukan bersama akan terasa ringan. Tidak sama satu orang yang berpikir dengan sepuluh orang yang berpikir bersama,” katanya. Ia menilai kolaborasi antara Kelompok KKM 50 UIN Malang dengan Tim Adiwiyata dan PJAS SMPN 1 Singosari menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Elly Lailatul Budur, M.Pd., berharap inovasi yang telah diperkenalkan dapat terus dilanjutkan oleh siswa, khususnya duta dan kader Adiwiyata serta PJAS sebagai penggerak program di sekolah. “Kakak kalian telah menemukan sebuah inovasi yang bisa kalian kembangkan. Meskipun KKM telah selesai, kalianlah yang akan melanjutkannya ke depan,” tuturnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

























































