JAKARTA TIMUR – Ketika mendengar nama Condet, sebagian masyarakat mungkin langsung teringat pada nasi kebuli yang menggugah selera atau Parfum Evi yang telah menjadi salah satu ikon kawasan tersebut. Namun, di balik berbagai hal yang sudah dikenal masyarakat, Condet juga memiliki kekayaan budaya yang terus dijaga melalui keberadaan Balai Betawi Condet sebagai pusat pelestarian budaya Betawi.
Melihat masih banyak masyarakat yang belum mengenal Balai Betawi Condet, mahasiswa Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Jakarta menginisiasi sebuah acara bertajuk Sorak Betawi Condet. Kegiatan ini hadir sebagai upaya memperkenalkan Balai Betawi Condet kepada masyarakat luas sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Betawi di tengah perkembangan era digital.
Melalui acara ini, peserta diajak mengenal lebih dekat berbagai potensi budaya yang dimiliki kawasan Condet. Tidak hanya sebagai wilayah yang terkenal dengan kuliner dan produk lokalnya, Condet juga merupakan salah satu kawasan yang masih mempertahankan identitas budaya Betawi melalui berbagai aktivitas seni, tradisi, dan komunitas budaya yang aktif hingga saat ini.
Balai Betawi Condet menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Sebagai ruang budaya yang terbuka bagi masyarakat, Balai Betawi Condet memiliki peran penting dalam menjadi wadah edukasi, pelestarian, serta pengembangan budaya Betawi bagi berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Sebelum penyelenggaraan acara utama Sorak Betawi Condet, mahasiswa LSPR terlebih dahulu mengadakan kegiatan pra-acara bertajuk “Ngambimbing Pade-Pade di Kelurahan Balekambang” pada 6 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun keterlibatan masyarakat sekaligus memperkenalkan semangat pelestarian budaya melalui pendekatan yang lebih dekat dengan warga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai wawasan mengenai pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi budaya. Melalui diskusi interaktif dan sesi berbagi pengetahuan, masyarakat diajak memahami bagaimana budaya lokal dapat diperkenalkan kepada audiens yang lebih luas melalui konten kreatif di media sosial. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan cara-cara baru untuk mempromosikan potensi budaya yang dimiliki kawasan Condet.

Antusiasme masyarakat terlihat selama rangkaian kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang mengaku baru mengetahui bahwa selain dikenal karena kuliner khas dan usaha lokal legendarisnya, Condet juga memiliki Balai Betawi Condet yang menjadi pusat berbagai aktivitas budaya. Kesadaran inilah yang ingin dibangun melalui Sorak Betawi Condet, yakni memperluas pemahaman masyarakat mengenai identitas dan kekayaan budaya yang dimiliki kawasan tersebut.
Melalui perpaduan antara pendekatan budaya dan pemanfaatan media digital, mahasiswa LSPR berharap masyarakat dapat melihat bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan seni atau kegiatan tradisional semata, tetapi juga dapat dilakukan melalui berbagai bentuk komunikasi kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Sorak Betawi Condet menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, komunitas budaya, dan masyarakat dapat menghadirkan ruang baru untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengenal Balai Betawi Condet, diharapkan tempat ini dapat terus berkembang sebagai pusat budaya yang hidup, inklusif, dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat Betawi maupun warga Jakarta secara umum.
Oleh: Muhammad Khalil Gibran, Mahasiswa LSPR London School of Public Relations
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































