Bengkulu – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemasyarakatan melalui penerimaan taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (POLTEKIMIPAS) yang akan melaksanakan kegiatan magang dan penelitian. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026) ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya menyiapkan calon insan pemasyarakatan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sebanyak empat taruna mengikuti program tersebut, yakni Fakri Zain, Qudratullah Marwi, Andriani Rizkya Faisal, dan Dendy Zaky Rahmad. Selama menjalani magang di Bapas Kelas I Bengkulu, para taruna akan memperoleh pengalaman langsung mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, mulai dari pembimbingan klien, penyusunan penelitian kemasyarakatan (Litmas), pendampingan anak yang berhadapan dengan hukum, hingga berbagai layanan kemasyarakatan lainnya.
Selain menjalani praktik lapangan, para taruna juga akan melaksanakan penelitian yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sistem pemasyarakatan. Hasil penelitian tersebut nantinya diharapkan menjadi rekomendasi yang aplikatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Bengkulu, Aidil Jumidi, menyampaikan bahwa program magang merupakan wadah penting bagi taruna untuk memahami secara utuh pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pembinaan dan reintegrasi sosial.
Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan akan membentuk karakter, kemampuan analisis, serta kepekaan sosial para taruna dalam menghadapi berbagai dinamika pelayanan kepada masyarakat.
“Magang ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi proses pembelajaran yang sangat penting bagi calon petugas pemasyarakatan. Kami ingin para taruna mampu mengintegrasikan teori dengan praktik, memiliki pola pikir yang kritis, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan di bidang pemasyarakatan,” ujar Aidil Jumidi.
Aidil menambahkan, keberadaan taruna yang melakukan penelitian di lingkungan Bapas juga menjadi peluang untuk menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan layanan. Ia berharap hasil penelitian yang dilakukan mampu memberikan masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas pembimbingan kemasyarakatan, pelayanan kepada klien pemasyarakatan, serta implementasi kebijakan pemasyarakatan yang semakin efektif.
“Pada akhirnya, manfaat dari kegiatan ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Semakin baik kualitas SDM pemasyarakatan yang kami siapkan, maka semakin profesional pula pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Kami berharap para taruna mampu menjadi generasi penerus pemasyarakatan yang berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
Melalui program magang dan penelitian ini, Bapas Kelas I Bengkulu berharap lahir insan-insan pemasyarakatan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman praktis, integritas, dan kepedulian sosial yang tinggi. Dengan SDM yang semakin berkualitas, pelayanan pemasyarakatan di masa mendatang diharapkan semakin profesional, humanis, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































