JAKARTA — Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi siswa Jurusan Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur (TFLM) SMK Negeri 58 Jakarta, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat skema Asisten Ahli (PKMAA) PNJ tahun 2026. Temanya adalah “Pelatihan K3 pada Aktivitas Workshop sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Keselamatan Siswa di SMK Negeri 58 Jakarta”.
Pelatihan berlangsung di lingkungan sekolah di Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur. Puluhan siswa TFLM mengikuti kegiatan ini dengan didampingi guru produktif.
Program ini berangkat dari kondisi di bengkel TFLM, yang setiap semester melayani lebih dari 215 siswa dengan beban praktik rata-rata 30–36 jam per minggu. Siswa bekerja dengan mesin bubut, CNC, gerinda, peralatan las, dan kerja bangku. Berdasarkan data internal sekolah dan wawancara dengan laboran, sepanjang 2025 ada risiko bahaya saat sedang saat praktik. Potensi bahaya ringan terdapat pada area pengelasan dan CNC.
Kepala SMK Negeri 58 Jakarta, Maria Ulfa Agustin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan PNJ. Menurut dia, keterampilan teknis siswa perlu diimbangi dengan kebiasaan bekerja aman. “Anak-anak kami setiap hari berhadapan dengan mesin. Kemampuan mengoperasikan mesin itu penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah mereka paham cara bekerja dengan aman, karena kebiasaan ini akan mereka bawa sampai ke dunia industri,” ujarnya.
Ketua Jurusan Teknik Mesin PNJ, Fuad Zainuri, menilai kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi vokasi bagi sekolah menengah kejuruan. “Budaya K3 sebaiknya sudah ditanamkan sejak di bangku sekolah. Kami berharap kerja sama dengan SMKN 58 Jakarta ini bisa berlanjut, tidak berhenti di satu kegiatan saja,” katanya.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Prasha Risfi Silitonga, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa pelatihan dirancang dalam beberapa tahap. Peserta lebih dulu mengerjakan pre-test untuk mengukur pemahaman awal tentang rambu bahaya dan fungsi Alat Pelindung Diri (APD). Setelah itu, peserta menerima materi dasar K3 pemesinan di kelas. Sesi dilanjutkan dengan workshop tour di bengkel, tempat tim menunjukkan langsung titik-titik bahaya di area kerja bangku, pemesinan, dan pengelasan. Kegiatan ditutup dengan post-test.
“Dari observasi awal, kami melihat siswa masih sering tidak memakai APD lengkap saat mengerjakan pekerjaan yang dianggap ringan, seperti kerja bangku atau menggerinda. Padahal risiko serpihan logam dan kebisingannya tetap ada. Karena itu pelatihannya tidak hanya teori, tetapi langsung dipraktikkan di bengkel,” jelas Prasha.

Penyampaian materi dasar K3 pemesinan kepada siswa TFLM di ruang kelas.
Selain pelatihan, tim pengabdian juga menyusun modul berjudul “Buku Saku K3 Vokasi: Strategi Aman Praktik di Workshop Teknik Mesin SMK”. Modul ini disesuaikan dengan tata letak mesin dan karakteristik stasiun kerja di bengkel TFLM. Modul berformat A5 tersebut memuat panduan identifikasi bahaya secara visual serta ketentuan penggunaan APD di tiap stasiun kerja. Rencananya, modul akan diserahkan kepada sekolah agar dapat digunakan guru sebagai acuan pembelajaran dan dasar penyusunan SOP bengkel. Dalam kegiatan tersebut, tim juga menyerahkan secara simbolis sejumlah APD kepada pihak sekolah, di antaranya sarung tangan kerja dan topeng las.

Penyerahan simbolis APD dari tim pengabdian PNJ kepada pihak SMK Negeri 58 Jakarta.
Tim pengabdian terdiri atas tiga dosen, yakni Muhammad Prasha Risfi Silitonga, Ir. Sepriandi Parningotan, S.T., M.T., IPM., dan Antonius Danny Nugroho, M.T. Mereka dibantu lima mahasiswa Teknik Mesin PNJ yang turut mendampingi siswa selama sesi praktik. Hasil pre-test dan post-test akan diolah untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan. Tim menargetkan kenaikan rata-rata nilai peserta minimal 20 persen.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































