BENGKULU — Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn.) H. Sukur, M.Si., mengajak seluruh kader dan pengurus di Bengkulu untuk menjadikan pencak silat sebagai motor penggerak prestasi sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Provinsi (MUSPROV) VI PERSINAS ASAD Provinsi Bengkulu yang digelar di Gedung DPW LDII Provinsi Bengkulu pada 23–24 Oktober 2026.
H. Sukur mengingatkan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga atau seni bela diri semata, melainkan warisan luhur bangsa yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Oleh karena itu, pelestariannya harus diiringi dengan pembinaan generasi muda agar mampu berbicara banyak di kancah prestasi.
”Generasi muda perlu diberi ruang seluas-luasnya untuk belajar, mengembangkan diri, dan berprestasi lewat pencak silat. Ini adalah kebanggaan bangsa yang harus terus kita jaga,” ujar H. Sukur.
Lebih lanjut, ia berharap ajang MUSPROV VI ini tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi semata, melainkan momentum strategis untuk mengevaluasi program kerja serta memperkuat sistem pembinaan pesilat di daerah.
Selain fokus pada perolehan medali dan kemenangan di arena tanding, H. Sukur berpesan agar pembinaan karakter—seperti kedisiplinan, sportivitas, persaudaraan, dan budi pekerti luhur—tetap menjadi fondasi utama dalam melahirkan pesilat yang tangguh dan bermanfaat bagi masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































