SUKOHARJO, 26 Oktober 2026 — Komisi Ukhuwah Islamiyah & Hubungan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukoharjo sukses menyelenggarakan acara “Makan Malam & Bincang Santai” pada Ahad malam (25/10/2026). Mengambil lokasi di Pendopo Balai Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, kegiatan ini mengusung tema besar “Gerakan Masyarakat Menjual & Mengonsumsi Kuliner Halal”. Acara yang dimulai tepat pukul 19.30 WIB tersebut mendapat sambutan antusias dari ratusan warga, tokoh masyarakat, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Format acara dikemas secara membumi, menggabungkan jamuan makan malam komunal dengan diskusi panel yang bernas. Pemilihan Pendopo Balai Desa Madegondo sebagai lokasi acara dinilai sangat strategis untuk merangkul masyarakat akar rumput di wilayah Grogol, sehingga pesan edukasi dapat tersampaikan langsung kepada para pedagang dan konsumen kuliner lokal.
H. Sofwan Faizal Sifyan, S.AP, selaku Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah & Hubungan Antar Umat Beragama MUI Kabupaten Sukoharjo yang bertindak sebagai moderator, memandu jalannya diskusi dengan interaktif. Dalam pengantarnya, ia menekankan pentingnya pendekatan kultural dalam berdakwah dan mengedukasi masyarakat.
“Melalui bincang santai dan makan malam bersama ini, kita ingin merajut ukhuwah Islamiyah sekaligus memberikan edukasi yang membumi kepada masyarakat. Tagline kita malam ini, ‘Datang Awal Dapat Konsumsi – Datang Akhir Dapat Relasi’, benar-benar terwujud melihat tingginya antusiasme jamaah. Dialog dua arah yang terbangun malam ini diharapkan mampu memicu gerakan masif di Sukoharjo agar kita semua, baik penjual maupun pembeli, semakin bangga dan selektif dalam membangun ekosistem kuliner halal,” ujar Sofwan Faizal Sifyan.
Diskusi semakin mendalam dengan hadirnya dua pakar dari latar belakang akademis dan pergerakan umat. Dr. H. Mohtar Yunianto, S.Si, M.Si, perwakilan Peer Group Pusat Studi Halal Center Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang hadir sebagai narasumber pertama, membedah pentingnya standarisasi halal dari kacamata ilmiah dan regulasi. Beliau memaparkan bahwa label halal merupakan instrumen perlindungan konsumen sekaligus strategi peningkatan daya saing bisnis.
“Kehalalan suatu produk bukan sekadar soal pemenuhan syariat Islam semata, tetapi juga merupakan wujud jaminan kualitas, kebersihan pangan, dan kesehatan bagi konsumen itu sendiri. Di era modern ini, sertifikasi halal justru memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi pelaku UMKM kuliner di Sukoharjo untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Pedagang yang menjual produk halal dengan standar mutu yang benar pada akhirnya akan mendapatkan keberkahan sekaligus keuntungan ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Dr. Mohtar Yunianto.
Dari perspektif teologis dan kesadaran kolektif umat, Drs. H. Ibad Sutono, M.Ag, selaku Ketua Majelis Mujahidin LPW Jawa Tengah yang bertindak sebagai narasumber kedua, memberikan pencerahan yang menggugah. Beliau mengingatkan bahwa gerakan kuliner halal harus dimulai dari kesadaran individu yang kuat.
“Mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib adalah perintah agama yang mutlak, yang mana akan berpengaruh langsung terhadap keberkahan hidup dan diterimanya doa-doa kita. Kita harus membangun kesadaran kolektif umat Islam untuk ekstra berhati-hati dan selektif dalam memilih makanan. Lebih dari itu, kita diwajibkan untuk mendorong, membina, dan mendukung saudara-saudara kita para pedagang agar senantiasa jujur, menjaga amanah, dan memastikan seluruh rantai pasok bahan baku yang mereka gunakan suci serta dijamin kehalalannya,” papar Drs. Ibad Sutono.
Kegiatan yang berlangsung hangat hingga larut malam ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Banyak pelaku usaha kuliner lokal yang berkonsultasi langsung mengenai titik kritis kehalalan bahan baku olahan, hingga tata cara pendaftaran sertifikasi halal. MUI Kabupaten Sukoharjo berharap, pasca-terselenggaranya bincang santai ini, “Gerakan Masyarakat Menjual & Mengonsumsi Kuliner Halal” dapat menjadi budaya baru yang mengakar kuat di Kabupaten Sukoharjo, mewujudkan masyarakat yang sehat secara fisik, tangguh secara ekonomi, dan terjaga syariatnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































