KEDIRI — Sekretaris DPD LDII Kota Kediri sekaligus Pengurus Pemuda FKUB Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menghadiri kegiatan Seminar dan Debat Pemuda antar-pelajar se-Kota Kediri yang digelar di Aula Masjid Agung Kota Kediri, pada Rabu (28/10).
Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Bergerak, Toleransi Menguat, Kerukunan Mengikat” ini dihadiri oleh Staf Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Kediri, Ketua FKUB, Ketua Pemuda FKUB, serta para pengurus tokoh lintas agama. Sebanyak 28 sekolah tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Kota Kediri mengirimkan perwakilan siswa-siswinya untuk berpartisipasi dengan tingkat kehadiran mencapai 80%.
Dalam kesempatan tersebut, Asyhari Eko Prayitno menegaskan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga harmoni dan kebhinekaan di era modern. Menurutnya, pemuda tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah dinamika sosial, melainkan harus tampil di garda terdepan sebagai motor penggerak perdamaian.
“Kerukunan dan toleransi tidak akan tercipta secara instan tanpa adanya ruang perjumpaan dan dialog yang sehat di antara generasi muda. Melalui forum seminar dan debat ini, kami berharap para pelajar di Kota Kediri tidak hanya terlatih berpikir kritis dan santun dalam menyampaikan pendapat, tetapi juga tumbuh menjadi agen perdamaian yang merangkul perbedaan,” ujar Asyhari Eko Prayitno.
Kehadiran jajaran pengurus LDII dalam forum kerukunan pemuda ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan organisasi dalam mendukung moderasi beragama dan penguatan wawasan kebangsaan sejak dini.
Senada dengan hal tersebut, Staf Bakesbangpol Kota Kediri, Subagyo, yang hadir mewakili Kepala Bakesbangpol, mengapresiasi inisiatif forum pemuda ini. Ia mengingatkan para pelajar agar bijak memfilter informasi di media sosial dan memanfaatkan forum ini sebagai momentum menimba ilmu secara bijak.
“Saat ini kita melihat teknologi medsos begitu luar biasa dengan beragam perbedaan. Filter yang selama ini kita anut hampir-hampir tidak ada, sehingga generasi penerus harus mampu menyikapi dengan bijak dan tidak menelan mentah-mentah informasi di medsos,” ungkap Subagyo.
Subagyo juga mengingatkan bahwa keberhasilan Kota Kediri meraih peringkat ke-8 sebagai Kota Tertoleransi di Indonesia merupakan buah dari sinergi dan kerja keras para tokoh agama serta elemen masyarakat yang harus terus dilestarikan oleh generasi penerus.
Melalui sinergi antara LDII, Pemuda FKUB, Bakesbangpol, dan institusi pendidikan, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Kota Kediri yang cerdas, inklusif, cinta damai, serta konsisten menjadi pelopor persatuan dan penjaga kerukunan antarumat beragama.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































