MEDAN – Kelompok mahasiswa Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Perundungan Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan sosialisasi pencegahan perundungan di SMP Dharma Pancasila Medan pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan bertajuk “Diam Bukan Lemah: Aksi Bersama Menumbuhkan Keberanian dan Melindungi Siswa Introvert melalui Canda Beretika dan Edukasi Anti-Perundungan” ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai perundungan dan pentingnya menghargai perbedaan karakter.
Kelompok MKWK Perundungan 93 beranggotakan 20 mahasiswa dengan Daniello Dicaprio Nababan sebagai ketua kelompok. Pelaksanaan proyek ini dibimbing oleh M. Nashi Huddin Ubaidiliah, S.Pd., M.A. sebagai dosen fasilitator dan Galuh Asyura Pradita sebagai mentor. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 09.20 WIB dan diikuti oleh 26 siswa kelas VIII SMP Dharma Pancasila Medan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh perhatian terhadap perundungan di lingkungan sekolah, khususnya perilaku yang dapat menyakiti siswa dengan karakter pendiam atau introvert. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa setiap siswa berhak dihargai, serta bahwa candaan perlu memiliki batas agar tidak berubah menjadi tindakan yang merendahkan atau menyakiti orang lain.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian perundungan, bentuk-bentuk perundungan, serta dampaknya terhadap korban. Siswa juga diajak mengenali perbedaan antara candaan yang wajar dan candaan yang telah melewati batas.
Selain pemaparan materi, kegiatan dilengkapi dengan pemutaran video, sesi cerita dan refleksi, edukasi canda beretika, kuis, serta permainan interaktif. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa diajak memahami pentingnya empati, toleransi, dan sikap saling menghargai.
Selama kegiatan berlangsung, siswa SMP Dharma Pancasila menunjukkan antusiasme dengan aktif menjawab pertanyaan yang diberikan. Dalam sesi cerita dan refleksi, salah satu siswa juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami perundungan. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa perundungan merupakan persoalan yang perlu mendapatkan perhatian dan kepedulian bersama.
Ketua Kelompok 93, Daniello Dicaprio Nababan, menjelaskan bahwa pemilihan topik ini didasarkan pada perhatian terhadap masih terjadinya kasus perundungan di kalangan siswa SMP. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kelompok berharap dapat memberikan pemahaman dan pengarahan kepada siswa kelas VIII agar mampu membangun hubungan pertemanan dan bersosialisasi dengan lebih baik, sekaligus menghargai perbedaan karakter setiap individu.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama pihak sekolah, mahasiswa menyerahkan cendera mata kepada SMP Dharma Pancasila Medan. Pihak sekolah menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut.
Melalui kegiatan “Diam Bukan Lemah”, mahasiswa berharap siswa dapat membedakan candaan yang sehat dengan perilaku perundungan, menghargai teman yang memiliki karakter berbeda, serta berani membantu dan melaporkan tindakan perundungan kepada pihak yang dapat dipercaya. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.
—
Tulisan ini merupakan publikasi kegiatan Kelompok MKWK Perundungan 93 Universitas Sumatera Utara dalam proyek sosial bertajuk “Diam Bukan Lemah” di SMP Dharma Pancasila Medan, yang dilaksanakan pada 31 Oktober 2026.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































