MALANG – Siapa sangka, menanam sayuran segar tidak harus membutuhkan lahan luas dan waktu berbulan-bulan. Hanya dalam waktu 14 hari setelah semai, bayam merah (Amaranthus tricolor L.) sudah dapat dipanen dalam bentuk microgreen yang memiliki warna merah keunguan menarik. Inovasi budidaya ini diperkenalkan melalui Panduan Praktis Budidaya Microgreen Bayam Merah Menggunakan MIGRIS-8 yang dikembangkan oleh tim Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Malang (UM), Edisi 2026.
Inovasi tersebut menjadi salah satu alternatif pengembangan pertanian modern yang mengintegrasikan ilmu biologi dengan pemanfaatan teknologi. Melalui sistem MIGRIS-8, kegiatan budidaya tanaman dilakukan menggunakan pengaturan irigasi otomatis dan pencahayaan LED HPL sehingga proses pertumbuhan tanaman dapat dipantau secara lebih terstruktur. Metode ini juga menawarkan peluang bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, maupun pegiat pertanian untuk mengenal teknik budidaya sayuran yang praktis dan dapat diterapkan pada ruang terbatas.
Dikembangkan oleh Tim Departemen Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang
Panduan praktis budidaya microgreen bayam merah ini disusun melalui kolaborasi sembilan anggota tim dari Departemen Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang Yang diketuai oleh Dr. Frida Kunti Setiowati, S.T., M.Si yang beranggotakan Dr. Sulisetijono, S.Si., M.Si., Dr. Balqis, S.Pd., M.Si., Dhiyaudin Aridhowi, S.T., Hadyan Pratama Lutfi, S.Si., M.Si., Khozanatul Afifah, S.Si., Nasywa Faidah Shafa, S.Si., Natasya Kamila Nurrahma, S.Si., dan Zahra Ulayya Moudi Chanizar, S.Si.
Kolaborasi tim tersebut menghasilkan panduan yang menyajikan informasi mulai dari pengenalan alat dan bahan, persiapan media tanam, penyemaian benih, pengaturan sistem MIGRIS-8, pengamatan perkembangan tanaman, hingga teknik pemanenan. Penyusunan panduan ini diharapkan dapat membantu pembaca memahami prosedur budidaya microgreen secara sistematis dan mudah dipraktikkan.
Panen dalam 14 Hari, Bagaimana Proses Budidayanya?
Salah satu daya tarik utama inovasi ini adalah masa budidayanya yang relatif singkat, yaitu 14 hari setelah semai (HSS). Microgreen merupakan tanaman muda yang dipanen pada fase awal pertumbuhan, ketika daun sejati mulai muncul.
Proses budidaya dimulai dengan mempersiapkan beberapa peralatan, yaitu neraca analitik, wadah berukuran 10 × 8 × 5 cm, penggaris, sprayer, baki, dan perangkat MIGRIS-8. Sementara itu, bahan utama yang digunakan adalah benih bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dan cocopeat sebagai media tanam.
Tahap pertama adalah persiapan cocopeat dengan membasahinya hingga lembap sebelum digunakan. Selanjutnya, cocopeat dimasukkan ke dalam wadah berukuran 10 × 8 × 5 cm dengan ketebalan media sekitar 4 cm.
Pada tahap penyemaian, sebanyak 600 benih bayam merah ditimbang menggunakan neraca analitik, kemudian disebarkan secara merata di atas permukaan cocopeat. Wadah yang telah berisi benih selanjutnya ditempatkan pada sistem MIGRIS-8 untuk mendukung proses pertumbuhan tanaman.
MIGRIS-8, Perpaduan Irigasi Otomatis dan Teknologi Pencahayaan
Keunggulan metode budidaya ini terletak pada penggunaan MIGRIS-8 yang mendukung pengaturan kebutuhan air dan pencahayaan selama pertumbuhan tanaman. Menurut Ketua Penelitian menjelaskan bahwa
“Sistem irigasi otomatis diatur dengan ketentuan ON ketika kelembapan berada di bawah atau sama dengan 65%, sedangkan sistem berada dalam kondisi OFF ketika kelembapan mencapai atau melebihi 70%. Pengaturan tersebut bertujuan membantu menjaga kondisi kelembapan media selama proses budidaya. Selain irigasi, pencahayaan tanaman menggunakan LED HPL dengan intensitas 1.000 lux selama 24 jam per hari. Kombinasi pengaturan irigasi dan pencahayaan tersebut menjadi bagian penting dalam prosedur budidaya microgreen bayam merah menggunakan MIGRIS-8.” Ujarnya pada (06/11/2026)
Melalui penerapan teknologi ini, kegiatan budidaya tidak hanya berfokus pada penanaman benih, tetapi juga memperhatikan pengelolaan faktor lingkungan yang berhubungan dengan pertumbuhan tanaman.
Dari Benih hingga Panen: Perkembangan Tanaman Selama 14 Hari
Proses pertumbuhan microgreen bayam merah dapat diamati melalui beberapa tahapan perkembangan yang ditampilkan dalam panduan.
Pada hari ke-0 setelah semai, benih telah disebarkan pada media cocopeat. Memasuki hari ke-3, benih mulai berkecambah dan menunjukkan perkembangan awal. Selanjutnya, pada hari ke-6, tanaman memperlihatkan pertumbuhan awal dengan batang dan daun lembaga yang mulai berkembang.
Pada hari ke-10, daun lembaga semakin berkembang dan tanaman menunjukkan pertumbuhan yang lebih jelas. Hingga hari ke-14, microgreen bayam merah mencapai tahap pemanenan dengan tinggi tanaman sekitar 5 cm dan daun sejati mulai muncul.
Pemanenan dilakukan dengan memotong bagian pangkal batang tanaman menggunakan alat yang bersih dan tajam, tepat di atas permukaan media cocopeat. Proses ini menjadi tahap akhir dari rangkaian budidaya yang telah dilakukan sejak penyemaian.
Tidak Hanya Menarik secara Visual, Microgreen Bayam Merah Juga Berpotensi sebagai Pangan Bergizi
Microgreen bayam merah memiliki karakteristik visual yang menarik melalui perpaduan batang berwarna merah keunguan dan daun muda yang berkembang pada fase awal pertumbuhan. Selain tampilannya yang unik, tanaman ini juga memiliki potensi pemanfaatan sebagai sayuran segar.
Dalam panduan budidaya tersebut dijelaskan bahwa microgreen bayam merah memiliki potensi sebagai sumber antioksidan, khususnya antosianin, serta mengandung vitamin dan mineral. Oleh karena itu, tanaman ini dapat menjadi salah satu alternatif variasi sayuran segar yang menarik untuk diperkenalkan kepada masyarakat.
Warna merah keunguan yang menjadi ciri khas bayam merah juga memberikan daya tarik tersendiri dalam pengembangan produk pangan berbasis tanaman. Namun, kandungan gizi dan aktivitas antioksidan secara kuantitatif tetap memerlukan pengujian laboratorium untuk mengetahui kadarnya secara lebih spesifik.
Berpotensi Menjadi Media Pembelajaran Biologi dan Edukasi Pertanian Modern
Selain dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya, microgreen bayam merah menggunakan MIGRIS-8 juga memiliki potensi sebagai media pembelajaran biologi yang kontekstual.
Melalui kegiatan budidaya ini, peserta didik dapat mempelajari proses perkecambahan, pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, serta hubungan antara faktor lingkungan dengan pertumbuhan tanaman. Peserta didik juga dapat melakukan pengamatan secara langsung terhadap perubahan morfologi tanaman sejak benih disemai hingga siap dipanen.
Penggunaan MIGRIS-8 memberikan pengalaman pembelajaran yang menghubungkan konsep biologi dengan penerapan teknologi. Pengaturan kelembapan, penggunaan media cocopeat, serta pencahayaan LED HPL dapat menjadi objek pengamatan dan diskusi dalam pembelajaran mengenai kebutuhan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya berpotensi mendukung kegiatan pertanian skala kecil, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap teknologi budidaya tanaman.
Pertanian Modern Bisa Dimulai dari Ruang Terbatas
Hadirnya panduan praktis budidaya microgreen bayam merah menggunakan MIGRIS-8 memberikan gambaran bahwa pengembangan pertanian modern dapat dilakukan melalui pendekatan yang sederhana, terukur, dan memanfaatkan teknologi.
Dengan menggunakan wadah berukuran kecil, media cocopeat, 600 benih per wadah, serta dukungan sistem irigasi otomatis dan pencahayaan LED HPL, proses budidaya dapat dilakukan tanpa harus menyediakan lahan pertanian yang luas.
Inovasi ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengenal kegiatan bercocok tanam secara lebih praktis, baik sebagai aktivitas edukatif, pengembangan pertanian rumah tangga, maupun pengenalan teknologi dalam bidang pertanian.
Dari 600 benih hingga menjadi microgreen bayam merah siap panen dalam 14 hari, inovasi MIGRIS-8 menunjukkan bahwa teknologi dan ilmu biologi dapat berjalan beriringan dalam menghadirkan alternatif budidaya tanaman yang menarik, praktis, dan edukatif.
Melalui pengembangan panduan ini, Departemen Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang turut memperkenalkan pendekatan budidaya tanaman yang mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan pertanian modern.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































