Ribuan masyarakat memadati kawasan Keraton Yogyakarta hari ini untuk menyaksikan perayaan Tradisi Grebeg Maulid, sebuah upacara budaya yang digelar setiap tahun dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Tradisi Grebeg Maulid merupakan salah satu warisan budaya Keraton Yogyakarta yang telah berlangsung selama berabad-abad. Acara ini menampilkan prosesi gunungan, yaitu tumpukan hasil bumi yang disusun menjulang tinggi dan diarak dari dalam keraton menuju Masjid Gedhe Kauman.
Gunungan tersebut menjadi simbol rasa syukur dan doa agar masyarakat senantiasa diberi kesejahteraan. Setelah doa bersama, masyarakat berbondong-bondong berebut isi gunungan yang dipercaya membawa berkah.
Tahun ini, Grebeg Maulid menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat, lebih dari lima ribu pengunjung memadati area keraton sejak pagi hari. Banyak di antaranya datang untuk mengabadikan momen sakral ini sekaligus menikmati suasana tradisi khas Jawa yang penuh nilai spiritual.
Salah satu wisatawan asal Surabaya, Rani, mengaku kagum melihat semangat masyarakat Yogyakarta dalam menjaga tradisi leluhur. Ia menyebut Grebeg Maulid bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga wujud harmoni antara budaya, spiritualitas, dan kebersamaan. Melalui Grebeg Maulid, Keraton Yogyakarta kembali menunjukkan kekuatan budaya yang tetap hidup di tengah modernisasi. Tradisi ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga warisan leluhur bagi generasi mendatang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































