JAKARTA - Minggu siang (23/11), pengunjung mulai memasuki Galeri Soedjojono, Taman Ismail Marzuki (TIM). Belasan keluarga bersama anak-anak terlihat menaiki tangga menuju lokasi penyelenggaraan Money Fest 2025. Hari itu, panitia menyiapkan dua sesi kegiatan untuk anak, “Read Aloud Yuk” dan “Ichonogami Paper Craft”.
Galeri Soedjojono terdiri dari dua lantai. Lantai pertama terisi beberapa tenant, seperti penjual buku, aksesori, serta booth foto yang ditempatkan berjejer di sepanjang lorong. Sementara itu, kegiatan Money Fest dipusatkan di lantai dua. Peserta terus berdatangan, karpet hitam telah digelar memanjang menghadap panggung kecil.
Sekitar dua puluh anak mengikuti sesi ini, didampingi orang tua yang berada di bagian belakang ruangan. Mayoritas peserta berusia 6 sampai 9 tahun. Mereka duduk rapat di atas karpet hitam, beberapa mengenakan pakaian warna cerah seperti, kuning, hijau dan biru. Suasana khas kegiatan anak terlihat dari bisik-bisik kecil, tawa tiba-tiba, serta beberapa anak yang bergerak gelisah sebelum sesi awal dimulai.
Sesi Read Aloud: Cerita “Fafa Belajar Menabung”
Pukul 14.00 WIB, Sesi pertama dimulai ketika MC, Kak Salma, naik ke depan panggung kecil dan menyapa peserta dengan suara cukup lantang. Setelah beberapa pengarahan singkat, ia mempersilakan Kak Ratih maju mengambil alih. Di tangannya, ia membawa buku cerita Fafa Belajar Menabung, yang langsung menarik perhatian anak-anak di barisan depan.
Begitu halaman pertama dibuka, suasana ruangan perlahan tenang. Kak Ratih mulai membaca dengan irama yang berubah-ubah, kadang pelan, kadang lebih cepat, menyesuaikan alur cerita tentang Fafa yang belajar mengatur uang demi membeli robot impiannya.
Interaksi muncul sejak awal. Ketika Kak Ratih menggambarkan suasana pasar, beberapa anak spontan menyebut barang-barang yang mereka kenal. Seorang anak berteriak “Cumi-cumi!”. Suara itu memancing tawa kecil dari orang tua dan peserta lain.
Alur cerita berlanjut pada bagian ketika Fafa menemukan robot yang ia inginkan, tetapi tidak bisa membelinya karena uangnya belum cukup. Saat Kak Ratih menggambarkan adegan Fafa pulang dengan wajah cemberut, beberapa anak di barisan depan ikut menirukan ekspresi itu.

Setelah buku ditutup, Kak Ratih meminta beberapa anak mengulang kembali inti cerita. Tiga anak maju ke depan: Fatia (8) dengan baju panjang berwarna pink dan kerudung hitam, Amira (8) dengan kerudung krem, serta Yunka (7) yang memakai topi merah dan jaket denim. Mereka menceritakan ulang bagian-bagian yang mereka ingat dengan suara pelan, namun alurnya tetap runtut.
Sesi berlanjut dengan permainan membuat bentuk “angka lima”. Dimulai dari tangan, kemudian kepala, hingga siku. Anak-anak mencoba mengikuti instruksi sambil sesekali menoleh ke teman di sampingnya. Pada bagian menggunakan siku, beberapa gerakan terlihat menyerupai gerakan senam, memancing orang tua untuk mengangkat ponsel dan merekam momen tersebut.
Sesi pertama ditutup dengan foto bersama. Anak-anak mengangkat buku masing-masing ke arah kamera, sementara para orang tua berdiri di tepi karpet untuk mengabadikan momen sebelum memasuki sesi berikutnya.
Sesi Fold and Fun: Merakit Capybara Kertas
Memasuki pukul 14.30, Kak Salma yang menjadi MC kembali naik ke depan. “Kita masuk ke sesi seru dan menginspirasi berikutnya!” katanya. Ia memperkenalkan Kak Feri dari Ichonogami Paper, yang langsung disambut tepuk tangan orang tua dan anak-anak.

“Ichonogami itu seni merakit kertas,” ujar Kak Feri sambil menunjukkan lembar papercraft. Anak-anak akan membuat papercraft 3D berbentuk capybara. Setiap anak mendapat satu lembar pola, sebatang stik lem, dan lem kecil.
Anak-anak tampak duduk dengan barisan lurus ke depan ketika perlengkapan dibagikan. Orang tua berdiri dan duduk di belakang, sebagian sibuk memotret, sebagian lagi membantu mengoles lem di kertas. Beberapa anak malah bermain-main dengan lem hingga tangan mereka belepotan.
“Tarik perlahan polanya, tekuk sesuai garis, lemnya tipis saja lalu flip ke sisi lain.” Ujar Feri. Sesekali Ia berkeliling membantu anak-anak yang kesulitan menekuk bagian tubuh capybara. Seorang anak laki-laki sempat mengeluh lirih pada ayahnya, “Pak… gimana?”.
Setelah semua mendekati selesai, Kak Feri mengadakan kuis singkat. “Dalam lagu Balonku, balon apa yang meletus?” tanyanya. Fatia mengangkat tangan dan menjawab, “Hijau” Ia pun mendapat hadiah papercraft ondel-ondel.
Pertanyaan berikutnya: “Sebutkan warna pelangi”, Danu, mengenakan kaos putih-hitam dan celana krem, menjawab dengan cepat dan benar, lalu mendapat hadiah papercraft kucing.
Sesi Melipat dan Bersenang-senang diakhiri dengan foto bersama, di mana seluruh anak memegang kapibara kertas yang baru saja selesai mereka susun.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer












































































