Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan program edukasi sosial mengenai bahaya catcalling dan stereotip gender melalui media video interaktif dan poster kampanye di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5: Kesetaraan Gender, yang bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, setara, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender. Melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif, mahasiswa mengajak masyarakat untuk memahami bahwa catcalling bukan sekadar candaan atau bentuk pujian biasa, melainkan tindakan yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan termasuk ke dalam kekerasan verbal di ruang publik.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya masyarakat yang menganggap catcalling sebagai hal normal dan lumrah terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, tindakan seperti siulan, komentar terhadap tubuh, maupun memanggil seseorang secara tidak pantas di jalan dapat membuat korban merasa malu, takut, dan kehilangan rasa aman di ruang publik. Oleh karena itu, mahasiswa menghadirkan media edukasi berupa poster kampanye dan video simulasi sosial yang menampilkan contoh perilaku catcalling di kehidupan sehari-hari. Setelah menonton video tersebut, masyarakat diajak berdiskusi dan memberikan pendapat mengenai apakah tindakan tersebut termasuk bentuk candaan, pujian, atau kekerasan verbal.
Berdasarkan hasil interaksi yang dilakukan, sebanyak enam orang menyatakan bahwa tindakan dalam video tersebut termasuk bentuk catcalling dan kekerasan verbal karena dapat mengganggu kenyamanan seseorang. Mayoritas responden yang memilih jawaban tersebut adalah perempuan, yang merasa bahwa tindakan seperti siulan, komentar fisik, atau panggilan terhadap orang asing di ruang publik sering kali membuat mereka merasa tidak nyaman dan tidak aman. Mereka menilai bahwa komentar spontan terhadap orang asing tetap harus memperhatikan etika dan batasan dalam bersikap di ruang publik.
Sementara itu, tiga orang lainnya menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk pujian atau apresiasi yang masih dianggap wajar dilakukan di lingkungan sosial. Pendapat tersebut sebagian besar disampaikan oleh responden laki-laki dengan rentang usia yang lebih tua atau bapak-bapak, yang beranggapan bahwa memuji perempuan yang lewat merupakan hal yang normal dan sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai catcalling masih dipengaruhi oleh sudut pandang, pengalaman, dan faktor generasi.
Melalui perbedaan pendapat tersebut, mahasiswa kemudian memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai dampak catcalling terhadap korban serta pentingnya menghormati ruang aman setiap individu. Edukasi yang diberikan menekankan bahwa sebuah komentar tidak dapat disebut sebagai pujian apabila menimbulkan rasa tidak nyaman, takut, atau terintimidasi bagi orang lain. Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan bahwa normalisasi catcalling dapat memperkuat budaya kekerasan verbal dan ketidaksetaraan gender apabila terus dianggap sebagai hal yang biasa. Kegiatan edukasi ini mendapat respons yang cukup baik dari masyarakat karena disampaikan dengan pendekatan yang santai, interaktif, dan mudah dipahami.
Melalui program ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya menciptakan lingkungan sosial yang aman dan saling menghargai, terutama bagi perempuan di ruang publik. Selain menjadi bentuk edukasi sosial, kegiatan ini juga menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam mendukung terwujudnya SDG 5: Kesetaraan Gender melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan verbal dan stereotip gender di kehidupan sehari-hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































