Bantul ( MTsN 6 Bantul ) — Pembelajaran bahasa jawa tidak selalu identik dengan hafalan kosakata atau unggah-ungguh basa. Hal inilah yang tampak dalam kegiatan pembelajaran bahasa jawa ketika siswa MTsN 6 Bantul diajak mempelajari penulisan berita dengan memanfaatkan sumber dari majalah berbahasa jawa Joko Lodhang pada Senin (19/1/2026). Melalui kegiatan ini, siswa MTsN 6 Bantul dikenalkan pada praktik literasi yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam pembelajaran bahasa jawa yang dilakukan, siswa MTsN 6 Bantul diajak membaca, memahami, dan mengidentifikasi unsur-unsur berita dari artikel yang dimuat dalam majalah Joko Lodhang. Siswa MTsN 6 Bantul belajar mengenali struktur berita, penggunaan bahasa jawa yang tepat, serta gaya penyampaian informasi yang lugas dan komunikatif. Aktivitas ini mendorong siswa untuk lebih akrab dengan media cetak berbahasa daerah yang kini mulai jarang dibaca oleh generasi muda.
Setelah proses membaca dan analisis, siswa MTsN 6 Bantul diberi tugas untuk menyusun berita sederhana menggunakan bahasa jawa berdasarkan peristiwa di sekitar mereka. Dengan berbekal contoh nyata dari media cetak, siswa MTsN 6 Bantul menjadi lebih mudah memahami bagaimana sebuah berita disusun secara runtut, faktual, dan sesuai kaidah kebahasaan.
Pembelajaran yang dilakukan oleh guru bahasa jawa MTsN 6 Bantul Imam Bibit tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis berita siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan bahasa jawa melalui literasi. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa bahasa jawa dapat diajarkan secara kreatif, relevan, dan bermakna, sekaligus membangun kebiasaan membaca serta berpikir kritis pada diri siswa. (imb)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































