Siaran Berita, Karawang, (4/5/2026) – Sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, mahasiswa Farmasi Universitas Singaperbangsa Karawang angkatan 2023 menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk SAPA FARMA (Sadar Penggunaan Obat Bersama Farmasi) pada Sabtu (14/03/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Mawar 5, Kelurahan Adiarsa Barat, Karawang Barat, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat, khususnya para ibu rumah tangga dan kader posyandu yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.
Dengan mengusung tema “Simple Steps to Wellness: Small Actions, Lasting Impact,” tim mahasiswa yang terdiri dari Tasya Afriani Saputri, Biandra Cinta Ramadani,Dwi Arifa R, Arifa Salsabilla, Mela Nursapitri, Diyanah Fauziyah T, Nabilah Zahira, dan M. Awallugina. Mereka fokus memberikan edukasi mengenai dua penyakit tidak menular yang kini menjadi perhatian utama masyarakat, yaitu hipertensi dan diabetes melitus. Kedua penyakit ini dipilih karena prevalensinya yang terus meningkat serta sering kali tidak disadari masyarakat hingga menimbulkan komplikasi serius.
Kegiatan SAPA FARMA diawali dengan registrasi peserta dan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengecekan tekanan darah sebagai skrining awal hipertensi. Pemeriksaan ini bertujuan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Dari hasil pemeriksaan, beberapa warga diketahui memiliki tekanan darah di atas normal sehingga langsung diberikan edukasi terkait pola hidup sehat dan pentingnya kontrol kesehatan secara rutin.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa menjelaskan bahwa hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala namun dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti stroke, gagal ginjal, hingga penyakit jantung. Sementara itu, diabetes melitus dijelaskan sebagai penyakit metabolik akibat tingginya kadar gula darah yang apabila tidak dikendalikan dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, gangguan penglihatan, luka sulit sembuh, hingga amputasi.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan mudah dipahami oleh masyarakat. Tim mahasiswa menggunakan bahasa sederhana serta contoh kehidupan sehari-hari agar materi lebih mudah diterapkan oleh peserta. Warga diedukasi mengenai pentingnya menjaga pola makan, mengurangi konsumsi garam berlebih untuk penderita hipertensi, serta membatasi asupan gula harian untuk mencegah dan mengontrol diabetes melitus. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman tentang pentingnya aktivitas fisik ringan seperti jalan pagi, senam, dan menjaga berat badan ideal.
Tidak hanya membahas pola hidup sehat, tim SAPA FARMA juga memberikan edukasi mengenai penggunaan obat yang benar dan rasional. Warga dijelaskan pentingnya meminum obat antihipertensi dan antidiabetes sesuai aturan dokter, tidak menghentikan obat secara sepihak, serta memahami waktu penggunaan obat agar terapi berjalan optimal. Edukasi ini diberikan karena masih banyak masyarakat yang kurang memahami cara penggunaan obat yang tepat sehingga dapat mempengaruhi keberhasilan terapi.
Untuk mengukur efektivitas penyuluhan, tim mahasiswa juga melakukan pre test dan post test kepada peserta sebelum dan sesudah kegiatan edukasi berlangsung. Berdasarkan hasil uji statistik materi hipertensi, diperoleh rata-rata nilai pretest responden sebesar 72,67 dan meningkat menjadi 91,33 pada nilai posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat peningkatan pemahaman masyarakat secara signifikan setelah diberikan penyuluhan. Selain itu, seluruh responden mengalami peningkatan nilai tanpa adanya penurunan hasil posttest.
Sementara itu, pada materi diabetes melitus, hasil pre test menunjukkan rata-rata nilai peserta sebesar 12,97 dan meningkat menjadi 15,00 pada post test. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Dari hasil pengujian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan nilai Z sebesar -3,840, yang menunjukkan bahwa penyuluhan diabetes melitus efektif meningkatkan pemahaman peserta. Sebanyak 19 responden mengalami peningkatan nilai dan 12 responden memiliki nilai tetap, tanpa adanya penurunan nilai setelah edukasi diberikan.
Keberhasilan hasil pre test dan post test tersebut menunjukkan bahwa program SAPA FARMA tidak hanya menjadi kegiatan penyuluhan biasa, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan penggunaan obat yang benar. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini terhadap penyakit hipertensi dan diabetes melitus.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih waspada dan mandiri dalam menjaga kesehatan. Langkah kecil seperti rutin cek kesehatan, menjaga pola makan, olahraga, dan patuh minum obat bisa memberikan dampak besar bagi kualitas hidup di masa depan,” ujar salah satu perwakilan tim mahasiswa Farmasi UNSIKA.
Selain sesi penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga semakin meriah dengan adanya sesi tanya jawab interaktif. Banyak warga aktif bertanya mengenai gejala hipertensi, makanan yang harus dihindari penderita diabetes, hingga cara mengonsumsi obat yang benar. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk dukungan edukasi berkelanjutan, peserta juga diberikan leaflet kesehatan yang berisi informasi praktis mengenai hipertensi, diabetes melitus, pola hidup sehat, serta panduan penggunaan obat yang benar. Leaflet tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat setelah kegiatan selesai.
Acara kemudian ditutup dengan pembagian hadiah dan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang telah aktif mengikuti kegiatan hingga akhir. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung, mencerminkan sinergi positif antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun kesadaran kesehatan bersama.
Melalui kegiatan SAPA FARMA ini, mahasiswa Farmasi Universitas Singaperbangsa Karawang berharap masyarakat Adiarsa Barat semakin sadar akan pentingnya menjaga tekanan darah dan kadar gula darah, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, serta lebih bijak dalam penggunaan obat. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal terciptanya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan peduli terhadap pencegahan penyakit tidak menular di lingkungan sekitar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































