Magelang, Jawa Tengah – Eka Defiana, gadis 23 tahun asal Dukun, Magelang, Jawa Tengah, membuktikan bahwa rasa malu bisa diatasi dengan pengalaman kerja keras. Dulu, ia adalah siswi pemalu di SMK Ma’arif Salam yang mayoritas diisi cowok, memilih jurusan ototronik (otomotif dan elektronik) dengan harapan bisa hilangkan sifat pemalunya. Namun, bullying di sekolah justru membuatnya semakin tertutup.
Setelah lulus SMK, Eka mencoba peruntungan di PNM Mekar. Di sana, ia harus bersosialisasi dengan ibu-ibu nasabah, tapi rasa malu membuatnya gagal beradaptasi. “Aku keluar karena nggak bisa,” ceritanya singkat.
Tak menyerah, Eka melamar jadi operator SPBU dan diterima sejak akhir 2022. Pekerjaan ini ternyata ujian mental berat. Menurutnya, operator SPBU wajib jalani SOP ketat: ramah maksimal ke pelanggan, meski sering dapat perlakuan buruk. “Ada yang lempar uang, tuduh mainin nozzle padahal ada sensornya, atau caci maki seenaknya. Kami dianggap orang rendah,” kenang Eka.
Pengalaman itu justru membentuk karakternya. Dari pemalu, ia belajar sabar dan profesional. “Pekerjaan nggak peduli mood jelek, harus tetap ramah,” tegasnya. Kini, setelah hampir empat tahun bertahan, Eka bangga punya atasan dan rekan kerja yang “memanusiakan manusia”. Ia pun berani sosialisasi, sering ngobrol dengan orang-orang di sekitar.
Inti pesan Eka: “Malu bikin susah lakuin sesuatu. Dunia kerja ajarin aku berani.” Kisahnya jadi inspirasi bagi pemuda Magelang yang sedang cari jati diri di tengah tantangan kerja.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































