BANDUNG – Walid Hanif Ataullah, lulusan Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak Telkom University, meraih predikat Wisudawan Berprestasi di tingkat program studi pada Wisuda Telkom University Periode I Tahun Akademik 2025/2026. Pencapaian ini menjadi hasil dari perjalanan panjang yang ia tempuh sejak merantau dari Jakarta ke Kota Kembang.
Di awal perkuliahan, Walid mengaku sempat merasa tertinggal, terutama dalam memahami dunia ilmu komputer dan teknologi informasi yang sebelumnya belum banyak ia eksplorasi.
“Awalnya saya merasa banyak hal yang belum saya kuasai, terutama ketika melihat teman-teman lain sudah lebih dulu memahami dunia ilmu komputer dan teknologi informasi. Tapi dari situ saya justru terdorong untuk belajar lebih keras,” ujarnya.
Dengan semangat tersebut, Walid mulai membangun kebiasaan belajar mandiri dan aktif mengembangkan kemampuan di bidang ilmu komputer dan teknologi informasi. Seiring berjalannya waktu, ia mulai terlibat dalam berbagai proyek pengembangan sistem dan kegiatan akademik lainnya.
Hingga masa akhir studinya, Walid telah berkontribusi dalam delapan publikasi ilmiah pada berbagai konferensi internasional, dengan tiga di antaranya ia presentasikan secara langsung sebagai presenter. Selain itu, ia juga berhasil mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal terindeks SINTA 3.
Topik yang ia kerjakan pun beragam, mulai dari pengenalan aksi berbasis pose dalam olahraga tenis, analisis performa flight controller UAV berbasis jaringan 4G, hingga pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan.
Tidak hanya di bidang akademik, Walid juga aktif mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional. Ia pernah menjadi finalis dalam kompetisi internasional UAV TEKNOFEST 2023, serta meraih sejumlah penghargaan dalam ajang olimpiade dan kompetisi teknologi.
Kontribusinya juga diakui melalui dua karya yang telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) di bidang program komputer, yaitu sistem manajemen jadwal barista (Jadwal.in) dan sistem presensi kehadiran (Hadir.In).
Menurut Walid, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rasa kurang percaya diri hingga tekanan untuk terus berkembang.
“Banyak momen di mana saya merasa tertinggal dan ragu dengan kemampuan sendiri. Tapi saya belajar untuk tetap konsisten dan fokus pada proses,” ungkapnya.
Baginya, setiap proses yang dilalui memberikan pembelajaran yang sangat berharga, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam membentuk pola pikir dan ketahanan diri.
Ia berharap, kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, khususnya yang sedang berjuang dalam prosesnya masing-masing.
“Tidak semua orang memulai dari titik yang sama. Tapi semua orang punya kesempatan untuk berkembang, selama mau berusaha dan tidak menyerah,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































