Palopo, 24 Maret 2026- Masyarakat di wilayah Kambo, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, melaksanakan kegiatan gotong royong untuk memperbaiki jalan rusak pada Selasa, 24 Maret 2026, pukul 08.00 WITA. Kegiatan ini dilakukan secara mandiri tanpa adanya keterlibatan dari Pemerintah Kota Palopo.
Aksi ini menjadi bentuk nyata dari kekecewaan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang telah lama dibiarkan rusak tanpa penanganan. Jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah justru diperbaiki secara swadaya oleh warga dengan kemampuan terbatas.
Tokoh pemuda setempat, Adit Setiawan, menyampaikan bahwa langkah ini diambil karena masyarakat sudah tidak lagi melihat adanya keseriusan dari pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.
“Ini bukan baru terjadi. Jalan ini sudah lama rusak, dan kami sudah berulang kali menyampaikan ke pihak kelurahan maupun ke dewan. Tapi sampai hari ini tidak ada realisasi. Jadi kami tidak bisa terus menunggu,” ujarnya di sela kegiatan.
Sejumlah warga yang terlibat juga mengungkapkan kekecewaan yang sama. Mereka menilai pemerintah terkesan abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat, meskipun keluhan telah sering disampaikan.
“Kami sudah capek berharap. Jalan ini dipakai setiap hari, tapi dibiarkan rusak begitu saja. Akhirnya kami sendiri yang harus turun tangan,” ungkap salah satu warga.
Sebelumnya, masyarakat sempat menerima informasi bahwa jalan di wilayah Kambo akan dilakukan pengaspalan. Namun hingga saat ini, rencana tersebut tidak pernah terealisasi. Bahkan beredar kabar bahwa program tersebut dialihkan ke wilayah lain tanpa penjelasan resmi kepada masyarakat.
Kondisi ini semakin memperkuat anggapan bahwa Pemerintah Kota Palopo tidak memiliki keseriusan dalam menangani persoalan infrastruktur di wilayah tersebut. Tidak adanya transparansi terkait rencana pembangunan juga dinilai mencederai kepercayaan publik.
Ironisnya, Kambo selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan destinasi wisata di Kota Palopo. Namun kondisi infrastruktur yang buruk justru menunjukkan adanya ketimpangan perhatian dalam pembangunan. Potensi yang besar tidak diimbangi dengan dukungan fasilitas dasar yang layak.
Aksi gotong royong yang dilakukan warga hari ini menjadi simbol kuat bahwa masyarakat tidak lagi bisa bergantung sepenuhnya pada pemerintah. Di tengah berbagai program dan janji pembangunan, realitas di lapangan justru menunjukkan bahwa warga harus mengambil alih peran yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara.
Peristiwa ini menjadi potret nyata kegagalan Pemerintah Kota Palopo dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memperlihatkan bagaimana solidaritas warga menjadi satu-satunya solusi di tengah
minimnya kehadiran pemerintah.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


























































