Bantul (MAN 4 Bantul) – Suasana kelas XI F2 MAN 4 Bantul pada Selasa (10/03/2026) berubah menjadi ruang pembelajaran yang sarat makna spiritual. Pada hari tersebut, para siswa mengikuti praktik taharah dengan materi tayamum sebagai bagian dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung tata cara bersuci ketika tidak memungkinkan menggunakan air.
Di bawah bimbingan guru keagamaan MAN 4 Bantul, Nanang Qosem, siswa-siswi mendapatkan penjelasan mengenai pengertian, syarat, serta langkah-langkah pelaksanaan tayamum sesuai tuntunan syariat Islam. Sebelum praktik dimulai, Nanang Qosem terlebih dahulu memberikan contoh langsung di depan kelas, menunjukkan bagaimana cara melakukan tayamum dengan benar menggunakan media debu yang bersih.
Setelah penjelasan dan demonstrasi diberikan, para siswa diminta mempraktikkan secara langsung. Dengan penuh perhatian, mereka mengikuti setiap langkah yang telah dicontohkan. Mulai dari menepukkan kedua telapak tangan pada permukaan yang berdebu, meniupnya secara perlahan, lalu mengusap wajah dan kedua tangan hingga pergelangan.
Siswa-siswi terlihat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan seksama. Beberapa di antara mereka bahkan saling mengoreksi gerakan teman satu kelompok untuk memastikan tata cara yang dilakukan sudah sesuai dengan yang diajarkan.
Dalam penjelasannya, Nanang Qosem menyampaikan bahwa tayamum merupakan kemudahan yang diberikan dalam Islam ketika seseorang tidak dapat menggunakan air, misalnya saat sakit, dalam perjalanan, atau ketika tidak tersedia air yang cukup.
“Melalui praktik ini, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui konsep tayamum secara teori, tetapi juga mampu melaksanakannya dengan benar ketika menghadapi kondisi tertentu. Ini penting sebagai bekal ibadah sehari-hari karena Islam memberikan kemudahan bagi umatnya dalam menjalankan kewajiban,” ujar Nanang Qosem.
Tayamum sendiri merupakan pengganti wudu atau mandi wajib dengan menggunakan debu yang suci ketika air tidak tersedia atau tidak dapat digunakan. Tata caranya dimulai dengan niat, menepukkan kedua tangan pada debu, mengusap wajah, kemudian mengusap kedua tangan.
Melalui praktik pembelajaran seperti ini, MAN 4 Bantul terus berupaya menghadirkan proses belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga menanamkan keterampilan ibadah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































