Bantul (MAN 1 Yogya) – Keluarga besar MAN 1 Yogyakarta kembali menggelar pengajian keluarga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah antar pegawai, Ahad (10/05/2026). Kegiatan pengajian berlangsung di kediaman Kepala Tata Usaha, Bahar Rozak, S.H., di daerah Gunung Sempu, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, berlangsung hangat dan menjadi ruang refleksi spiritual bagi seluruh keluarga besar madrasah. Pengajian menghadirkan Ustadz Ghufron Su’udi, S. Ag., sebagai pemateri utama.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S. Ag., S. Pd., M. Pd., menyampaikan bahwa pengajian keluarga menjadi sarana penting untuk memperkuat ukhuwah yang harapannya akan terbuka pintu-pintu kebaikan bagi seluruh keluarga besar madrasah. Edi menyampaikan bahwa pengajian seperti ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi jalan untuk memperkuat kebersamaan antar keluarga. Edi berharap semoga dengan kebersamaan dalam pengajian ini, pintu rezeki dan pintu kebaikan dibukakan untuk keluarga besar MAN 1 Yogyakarta.
“Menjadi keluarga besar MAN 1 Yogyakarta adalah bagian dari takdir Allah. Mari kita jaga lisan dan tindakan agar setiap yang kita lakukan mendapatkan keberkahan,” ungkap Edi.
Suasana haru terasa ketika Kepala TU Bahar Rozak, S.H., menyampaikan kata pamitnya kepada seluruh keluarga besar MAN 1 Yogyakarta seiring mutasinya ke MAN 2 Bantul. Bahar mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan kekeluargaan yang selama ini dirasakan di MAN 1 Yogyakarta.
“Banyak kenangan, pembelajaran, dan kebaikan yang saya dapatkan di sini. Mohon doa restu karena Insya Allah saya akan melanjutkan amanah di MAN 2 Bantul. Semoga silaturahmi dan ukhuwah ini tetap terjaga,” tutur Bahar.

Pada sesi tausiyah, Ustadz Ghufron mengajak seluruh jamaah untuk lebih bijak memanfaatkan waktu dan memperbanyak amal kebaikan selama hidup di dunia. Ghufron mengingatkan pada semua yang hadir bahwa waktu berjalan begitu cepat sehingga harus bijak dalam menggunakan waktu yang ada.
“Jangan sampai kita menunda-nunda waktu, karena penyesalan sering datang ketika kesempatan telah berlalu,” terang Ghufron.
Ustadz Ghufron juga menekankan pentingnya bersyukur atas setiap dinamika kehidupan yang diberikan Allah SWT. Ghufron mengatakan bahwa hidup di dunia ini ibarat sedang melewati sebuah jalan menuju tujuan akhir sehingga selama perjalanan itu, manusia harus mencari sebanyak mungkin amal dan persaudaraan dalam kebaikan.
“Perjalanan hidup dan dinamika kehidupan sejatinya mengajarkan kita untuk mengambil pelajaran hidup dan lebih bersyukur,” tambah Ghufron.
Pengajian keluarga besar tersebut ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Ustadz Ghufron dengan khidmat. Selanjutnya acara diakhiri dengan ramah tamah antarpegawai yang semakin menghangatkan kebersamaan. Momen itu menjadi pengingat bahwa hubungan kekeluargaan yang terjalin di lingkungan madrasah bukan sekadar hubungan kerja, melainkan persaudaraan yang tumbuh melalui silaturahmi, doa, dan semangat saling mendukung dalam kebaikan. (luf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































