CBT (Computer-Based Test) adalah cara pengujian yang dilaksanakan dengan menggunakan komputer atau alat digital, bukan menggunakan kertas. Dalam CBT, pertanyaan ditampilkan di monitor, dan peserta memberikan jawaban secara langsung melalui sistem. Hasil ujian umumnya dapat diproses secara otomatis sehingga lebih cepat dan tepat dibandingkan dengan ujian tradisional. Sistem CBT diciptakan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya atau kebocoran soal yang sering muncul selama ujian, mengatasi kekurangan soal, serta mencegah kerusakan pada materi ujian. Dari perspektif pencipta tes, CBT membawa manfaat seperti mengurangi biaya pelaksanaan karena menghilangkan kebutuhan untuk mencetak lembar soal dan jawaban dengan kertas, mendistribusikan ujian, serta mengawasi bahan ujian. Di sisi lain, untuk peserta yang mengikuti ujian, sistem CBT lebih efisien, lebih sederhana, dan membantu peserta untuk lebih berkonsentrasi. Test CBT ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu linier dan adaptif.
CBT Linear adalah jenis CBT di mana para peserta ujian menerima soal yang berbeda tanpa memperhatikan seberapa baik mereka menjawab. Soal yang diberikan dapat dimulai dari yang paling mudah hingga yang paling sulit atau sebaliknya. Sedangkan CBT adaptif adalah ujian di mana soal yang disesuaikan dengan kemampuan peserta. Soal-soal ini berisikan menurut materi dan tingkat kesulitan. CBT dapat dilakukan dalam tiga jenis, yaitu online, semi online, dan offline. Dalam CBT online, peserta ujian wajib hadir di tempat yang terhubung dengan server utama, seperti sekolah, untuk menjawab soal menggunakan komputer. Dalam CBT semi online, server yang ada di sekolah terhubung dengan server utama sehingga pertanyaan bisa diambil dan jawaban bisa dikirimkan melalui internet. Sementara itu, CBT secara offline diadakan melalui jaringan lokal, di mana server di sekolah terhubung dengan komputer peserta tanpa perlu koneksi langsung ke server utama, sehingga ujian tetap dapat dilaksanakan tanpa internet.
CBT memiliki keunggulan serta kelemahan dalam pelaksanaannya. Salah satu keuntungan dari CBT adalah kemudahan bagi peserta, karena ujian dapat berlangsung dengan lebih fleksibel sesuai dengan waktu yang ditetapkan tanpa perlu selalu menggunakan format tulisan, menghemat waktu karena tidak ada kebutuhan untuk mencetak dan menyebarkan soal, serta dapat mengurangi kesalahan dan kejadian karena sistem secara otomatis melakukan pengecekan terhadap jawaban. Selain itu, CBT juga mampu mengurangi pengeluaran karena mengurangi kebutuhan kertas dan alat ujian, serta memfasilitasi penyediaan hasil ujian dengan lebih cepat dan tepat.
Namun, CBT juga memiliki sejumlah kelemahan, seperti kemungkinan adanya gangguan teknis pada sistem atau komputer yang dapat mengganggu fokus peserta, kebutuhan keterampilan peserta dalam menggunakan alat, keterbatasan sarana seperti komputer atau laptop, ketergantungan pada koneksi internet, serta potensi tertundanya ujian jika sistem mengalami kendala.
Oleh: Kharisma Permadhany – Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































