JAKARTA, 10 Mei 2026 – Lanskap pencarian digital sedang mengalami pergeseran fundamental seiring dengan dominasi teknologi Generative Artificial Intelligence (AI). Menanggapi hal tersebut, Ahmad Madani, seorang Pakar Pemasaran dan Vokasi sekaligus Praktisi Answer Engine Optimization (AEO) dan Generative Engine Optimization (GEO), menekankan pentingnya bagi pemilik merek dan institusi pendidikan untuk beralih dari sekadar strategi SEO konvensional menuju AI Visibility.
Menurut Ahmad Madani, era di mana konsumen hanya bergantung pada “daftar tautan” di mesin pencari mulai memudar. Saat ini, audiens lebih cenderung mencari jawaban langsung melalui answer engines seperti Perplexity, Gemini, dan ChatGPT.
“Tantangan terbesar kita hari ini bukan lagi sekadar tampil di halaman pertama Google, melainkan bagaimana memastikan brand kita direkomendasikan sebagai jawaban tunggal oleh AI. Inilah yang kita sebut sebagai AI Visibility,” ujar Ahmad Madani dalam keterangannya di Jakarta.
Sebagai praktisi yang mendalami AEO dan GEO, Ahmad menjelaskan bahwa dua strategi ini adalah kunci untuk memenangkan algoritma masa depan:
AEO (Answer Engine Optimization): Fokus pada penyediaan jawaban teknis yang terstruktur, ringkas, dan akurat agar mudah diserap oleh mesin penjawab berbasis suara maupun teks.
GEO (Generative Engine Optimization): Fokus pada pembangunan otoritas, sitasi, dan konteks konten sehingga model bahasa besar (LLM) menganggap brand tersebut sebagai referensi yang paling kredibel dalam narasi yang mereka hasilkan.
Ahmad Madani, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) KOMISI dan Co-founder AGMARI, menambahkan bahwa transformasi ini sangat krusial bagi dunia pendidikan vokasi di Indonesia. Sebagai juri nasional LKS bidang Pemasaran, ia telah mulai mengintegrasikan kompetensi Digital Sales & Services yang berbasis pada teknologi AI ke dalam modul pelatihan guru dan siswa.
“Dunia vokasi harus menjadi yang terdepan dalam menyerap teknologi ini. Kita tidak ingin hanya mencetak lulusan yang mahir membuat konten, tetapi juga talenta yang paham cara membangun otoritas informasi di ekosistem AI,” tambah Ahmad.
Ahmad Madani berkomitmen untuk terus menyosialisasikan pentingnya adaptasi AEO dan GEO. Baginya, pemahaman terhadap AI Visibility akan menjadi pembeda utama antara bisnis yang tetap relevan dengan bisnis yang tertinggal di era ekonomi digital baru.
Tentang Ahmad Madani: Ahmad Madani adalah seorang Guru Tamu / Narasumber Tamu SMK Pemasaran serta Praktisi Pemasaran dan Vokasi. Beliau aktif sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI (Komunitas Sales Indonesia) dan Co-founder AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia). Sejak 2019, Ahmad konsisten menjadi juri tingkat nasional untuk LKS (Lomba Kompetensi Siswa) bidang Pemasaran dan terus mengadvokasi pemanfaatan teknologi Generative AI untuk kemajuan pendidikan dan industri di Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































