SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo bersiap menyambut sebuah pergelaran seni budaya yang tidak biasa dan sarat makna. Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia tengah merampungkan persiapan menuju puncak acara dari program “Topeng Wayang Limbah Kertas, Cerita Semesta Kreasi Anak Nusantara Untuk Alam Dan Budaya”. Gerakan edukasi dan kebudayaan inovatif ini merupakan bagian dari Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan (Dana Indonesiana) Program Layanan Produksi Media Kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Tahun 2025, yang didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Menjawab tantangan serius mengenai permasalahan lingkungan akibat penumpukan sampah limbah kertas, sekaligus merespons fenomena mulai memudarnya relevansi warisan budaya kesenian topeng dan wayang di mata generasi muda, Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia menginisiasi sebuah ruang kolaborasi kreatif. Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari anak-anak dan remaja usia 7-25 tahun dari berbagai kecamatan di Sukoharjo yang juga merangkul kelompok disabilitas secara inklusif dilibatkan sebagai subjek utama pencipta karya.
Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia, Fadhel Moubharok Ibni Faisal, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk menghasilkan produk seni, tetapi juga untuk membangun karakter generasi bangsa. “Kami melihat adanya ironi di tengah krisis pengelolaan sampah saat ini, di mana masyarakat belum banyak dilibatkan dalam pendekatan berbasis edukasi kreatif dan budaya. Melalui program ini, kami mengajak anak-anak Sukoharjo untuk mendaur ulang limbah kertas menjadi karya seni topeng wayang. Tokoh-tokoh yang diangkat berasal dari fabel dan mitologi Jawa, seperti Kancil, Garuda, hingga Lembuswana,” ungkap Fadhel saat diwawancarai terkait rencana pementasan.
Lebih lanjut, Fadhel menekankan nilai moral yang disisipkan dalam setiap karya. “Karakter-karakter mitologi ini tidak hanya sekadar visual, melainkan membawa narasi kuat yang bertemakan toleransi, gotong royong, perdamaian, dan pelestarian alam. Anak-anak tidak hanya belajar teknik membuat topeng dari bubur kertas, tetapi mereka juga diberdayakan untuk menjadi pencipta, aktor, dan pencerita dari nilai-nilai kearifan lokal tersebut.”
Program yang berlangsung selama lima bulan ini akan melalui berbagai tahapan krusial, mulai dari workshop pengenalan isu lingkungan, praktik pembuatan topeng kertas, penggalian cerita rakyat, hingga penulisan skenario. Saat ini, para peserta tengah menjalani latihan teater dan ekspresi tubuh secara intensif. Puncak dari seluruh rangkaian proses kreatif ini adalah sebuah pementasan publik terbuka dan eksibisi karya yang dijadwalkan akan digelar pada akhir April hingga awal Mei 2026 di ruang publik strategis Kabupaten Sukoharjo.
Mengakhiri penjelasannya, Fadhel menyampaikan harapan besarnya terhadap dampak jangka panjang dari inisiatif ini. “Kami berharap mahakarya 50 topeng wayang limbah kertas dan pementasan ini dapat menjadi medium kampanye kesadaran lingkungan yang efektif bagi masyarakat luas. Lebih dari itu, kami ingin mewujudkan regenerasi pelaku seni budaya lokal dari kalangan anak-anak, serta menjadikan program ini sebagai model edukasi berbasis seni-lingkungan-budaya yang aplikatif dan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.”
Pementasan publik “Topeng Wayang Limbah Kertas” nantinya akan terbuka untuk masyarakat umum. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, lokasi pementasan, serta cuplikan proses kreatif anak-anak Nusantara dapat diakses melalui media sosial resmi Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia di Instagram @yakabi.indonesia.
Tentang Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia:
Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan seni budaya berbasis edukasi, pelestarian lingkungan, serta penguatan komunitas melalui pendekatan kreatif dan inklusif.
Kontak Media:
Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia
Jl. Sidodadi, RT 05 RW 03, Dukuh Soko, Desa Madegondo, Kec. Grogol, Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah
Email: yayasankiblatindonesia@gmail.com
Telepon: 08231-xxxxx-xx/ 0896-xxxx-xxxx
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































