Latar belakang keluarga sering kali menjadi akar dari sebuah mimpi besar. Hal itulah yang tergambar dalam perjalanan Chairilla Queena Syifa, murid MAN 1 Yogyakarta yang berhasil diterima di Program Studi S1 Teknik Pertanian dan Biosistem IPB melalui jalur SNBP.
Lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga petani membuat dunia pertanian bukanlah hal yang asing baginya. Sejak kecil, Chairilla telah akrab dengan berbagai aktivitas dan realitas kehidupan petani. Dari situlah tumbuh keinginan sederhana namun kuat, ia ingin berkontribusi nyata bagi kemajuan pertanian di Indonesia.
“Saya lahir dari keluarga petani, jadi sejak kecil sudah sangat familiar dengan pertanian. Saya ingin membantu petani agar ke depannya bisa lebih modern dan maju,” ungkap Chairilla penuh keyakinan.
Berbeda dari anggapan banyak orang tentang murid berprestasi, Chairilla justru mengakui bahwa dirinya bukan tipe yang bisa belajar lama. Ia mudah merasa bosan jika harus duduk berjam-jam dengan buku. Namun, ia menemukan caranya sendiri untuk tetap produktif. Chairilla memaksimalkan pembelajaran di kelas dengan fokus penuh saat guru menjelaskan. Selain itu, ia memanfaatkan waktu-waktu terbaiknya untuk belajar, salah satunya setelah salat Subuh. Dalam waktu singkat sekitar 15 – 30 menit, ia mengulang dan memahami kembali materi yang telah dipelajari.
Konsistensi kecil itulah yang perlahan membuahkan hasil besar. Perjalanan menuju SNBP tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan terberat yang dirasakan Chairilla adalah saat harus membangun komitmen belajar mandiri sejak kelas 10 hingga 11. Di tengah lingkungan yang kompetitif, ketika banyak teman mengikuti bimbingan belajar, ia sempat merasa pesimis.
“Saya sempat merasa tidak percaya diri karena belum ikut bimbel, sementara teman-teman lain sangat kompetitif. Tapi saya mencoba tetap fokus dan percaya pada proses saya sendiri,” tutur Chairilla.
Di balik perjuangannya, ada dukungan besar dari orang tua dan madrasah. Orang tua Chairilla selalu memberikan kebebasan sekaligus kepercayaan penuh terhadap pilihan yang ia ambil, disertai doa yang tak pernah putus. Sementara itu, pihak madrasah juga menjadi tempat bertumbuh yang suportif. Guru-guru aktif memberikan bimbingan, arahan, serta informasi yang ia butuhkan selama proses persiapan. Lingkungan belajar yang positif menjadi salah satu kunci yang menguatkan langkahnya.
“Madrasah sangat mendukung dan informatif. Guru-guru selalu membimbing. Mansa is the best,” ungkap Chairilla dengan penuh rasa bangga.
Kini, setelah berhasil melangkah ke salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Chairilla pun berbagi pesan sederhana namun bermakna bagi adik-adik kelasnya.
“Tetap semangat belajar, selalu istiqomah dengan hal-hal baik. Pilih jurusan sesuai minat dan bakatmu, lalu perjuangkan dengan usaha dan doa. Keep fighting,” pesan Chairilla.
Kisah Chairilla menjadi bukti bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten, ditambah dengan keyakinan dan doa, mampu membawa seseorang menuju mimpi besarnya. (luf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































