Inklusivitas menjadi sorotan utama saat rombongan mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) mengunjungi Sekolah Alam Takengon. Sekolah ini menyambut semua anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, melalui metode pembelajaran fleksibel seperti berkebun dan petualangan alam.
Menurut Hanifah, salah satu pengelola sekolah, pendekatan ini tidak hanya membangun karakter dan pengetahuan, tapi juga menumbuhkan cinta lingkungan. “Ini selaras dengan ajaran Islam,” ujarnya, yang langsung memukau para mahasiswi peserta kunjungan.
Diskusi berlangsung seru saat peserta membandingkan konsep Sekolah Alam dengan kurikulum PIAUD. Mereka mencatat berbagai ide segar untuk mengintegrasikan pembelajaran berbasis alam ke dalam pendidikan anak Islam. Sesi ini dilengkapi tanya jawab mendalam dan sesi foto kenangan bersama tim sekolah.
Kunjungan ini berfungsi sebagai booster wawasan bagi mahasiswi PIAUD. Mereka kini siap mentransformasi metode pengajaran mereka. “Alam bebas bukan mimpi, tapi realitas pendidikan masa depan,” tutup salah satu peserta dengan antusias.
Aktivitas ini memperkuat komitmen pendidikan inklusif berbasis lingkungan, khususnya dalam konteks pendidikan Islam anak usia dini, dan diharapkan menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya di Indonesia.
penulis :Syarifah syalina Gusti
prodi : pendidikan anak usia dini
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



























































