Kota Bima – Pengawasan keamanan pangan berbasis masyarakat menjadi salah satu pilar krusial dalam menjamin kesehatan publik hingga ke tingkat akar rumput. Menyadari pentingnya hal tersebut, Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima secara konsisten terus memperkuat budaya keamanan pangan di tengah masyarakat. Langkah nyata ini kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Desa/Kelurahan yang bertempat di Aula Kantor Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima, pada Jumat, 29 Mei 2026.
Program strategis ini diselenggarakan dengan tujuan utama memicu kesadaran kolektif serta mendorong terbentuknya komunitas desa maupun kelurahan yang mandiri, berdaya, dan peduli terhadap pangan aman. Melalui pendekatan interaktif, Balai POM di Bima berusaha mengikis potensi bahaya cemaran pangan yang dapat mengancam kesehatan keluarga dan stabilitas ekonomi pelaku usaha mikro di wilayah setempat.
Kegiatan bimtek intensif ini dihadiri oleh 20 orang peserta yang merepresentasikan berbagai elemen komunitas kelurahan. Para peserta ini dipilih secara selektif karena memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam pengelolaan maupun penyediaan pangan di lingkungan tempat tinggal mereka sehari-hari.
Ada yang menarik dalam metode penyampaian materi kali ini. Proses edukasi tidak disampaikan secara top-down dari pejabat berwenang, melainkan disampaikan langsung oleh Kader Keamanan Pangan Desa/Kelurahan yang telah dilatih sebelumnya oleh Balai POM di Bima. Langkah ini terbukti efektif mencairkan suasana dan membangun kedekatan emosional antarwarga.
Materi inti yang dikupas dalam kesempatan tersebut adalah “5 Kunci Keamanan Pangan”, sebuah panduan dasar universal yang wajib dipahami oleh setiap pengolah makanan. Poin-poin esensial yang dijabarkan secara rinci meliputi:
Menjaga Kebersihan: Menekankan pentingnya mencuci tangan dan menjaga higienitas peralatan masak guna mencegah kontaminasi silang bakteri.
Memisahkan Pangan Mentah dan Matang: Mengedukasi warga agar memisahkan penyimpanan bahan mentah (seperti daging segar) dengan makanan yang siap dikonsumsi.
Memasak dengan Sempurna: Memastikan proses pemanasan makanan mencapai suhu ideal agar mikroorganisme patogen mati total.
Menjaga Suhu Penyimpanan: Mengatur manajemen suhu makanan agar tidak berada pada suhu rawan yang memicu pembusukan secara cepat.
Menggunakan Bahan Baku Aman: Memilih air bersih dan bahan baku segar yang terbebas dari penyalahgunaan bahan kimia berbahaya.
Selama sesi pemaparan, atmosfer Aula Kantor Kelurahan Rontu tampak hidup. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap segmen, terutama saat memasuki sesi diskusi terbuka dan berbagi pengalaman (sharing session) mengenai kendala nyata pengelolaan pangan yang kerap mereka hadapi di dapur rumah tangga maupun tempat usaha.
Komitmen Balai POM di Bima untuk memberikan dampak nyata dibuktikan dengan tidak sekadar membatasi kegiatan di dalam ruangan. Usai pemaparan teori, tim fasilitator bersama para kader langsung bergerak melakukan kunjungan lapangan (on-site visit) ke sejumlah rumah warga dan titik lokasi tempat usaha pangan siap saji milik anggota komunitas kelurahan setempat.
Aksi turun lapangan ini difungsikan sebagai wadah observasi untuk melihat secara langsung bagaimana praktik riil pengolahan pangan yang selama ini dijalankan oleh masyarakat. Selama kunjungan, petugas memberikan pendampingan humanis, edukasi langsung di tempat, serta saran perbaikan yang logis dan mudah diterapkan. Langkah persuasif ini diambil agar produk pangan yang disajikan kepada konsumen di Kelurahan Rontu senantiasa memenuhi standar keamanan, higienis, dan bermutu tinggi.
Guna mengukur efektivitas dan tingkat penyerapan informasi, Balai POM di Bima menerapkan instrumen evaluasi yang ketat berupa pelaksanaan pre-test sebelum acara dimulai dan post-test sesaat sebelum acara ditutup. Hasil dari komparasi nilai evaluasi tersebut menunjukkan tren yang sangat positif, di mana terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan teknis yang signifikan dari para peserta terkait prinsip keamanan pangan.
Dengan modal pengetahuan baru yang terukur tersebut, Balai POM di Bima menaruh harapan besar agar seluruh peserta bimtek di Kelurahan Rontu tidak berhenti sekadar menjadi konsumen yang cerdas bagi diri sendiri. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu melangkah menjadi agen perubahan (agent of change) yang aktif menyebarluaskan virus positif keamanan pangan kepada tetangga dan masyarakat luas di sekitar mereka. Sinergi yang kuat ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem lingkungan yang sadar mutu demi menyokong derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima secara berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































