Yogyakarta — Dari forum yang membahas masa depan mutu madrasah, lahir satu keputusan strategis di tingkat nasional. Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd, terpilih sebagai Sekretaris Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (KKMA) Nasional. Posisi ini menempatkannya dalam arus utama perumusan arah kebijakan pendidikan madrasah di Indonesia.
Penetapan itu berlangsung dalam kegiatan “Penguatan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) – Penguatan Mutu Madrasah Berbasis Ekosistem melalui Optimalisasi K3M dan Kepemimpinan Profesional Kepala Madrasah” yang digelar Selasa hingga Kamis (28–30/4/2026) di Grand Zuri Malioboro, Yogyakarta.
Forum ini merupakan bagian dari implementasi program Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah melalui Subdirektorat Bina GTK MA/MAK. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Direktorat GTK Madrasah, Kanwil Kemenag DIY, Kemenag Kota, serta BDK Semarang dengan peserta yang terdiri atas perwakilan Kepala Madrasah dari seluruh provinsi serta Ketua Kelompok Kerja Madrasah (K3M) MA tingkat provinsi.
Tak sekadar seremoni, forum ini diisi dengan materi strategis yang menyoroti masa depan madrasah dalam kerangka ekosistem pendidikan. Di antaranya meliputi kebijakan mutu madrasah berbasis ekosistem pendidikan, pengembangan mutu melalui peningkatan kinerja organisasi K3M, hingga strategi membangun organisasi K3M yang mandiri dan berdaya melalui praktik-praktik baik di lapangan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan terkait strategi pengembangan keprofesionalan berkelanjutan kepala madrasah dalam kepemimpinan pendidikan. Diskusi kelompok menjadi bagian penting dalam forum ini, di mana para peserta mengidentifikasi persoalan riil di daerah masing-masing sekaligus merumuskan rencana aksi yang aplikatif.
Di tengah rangkaian materi tersebut, forum juga menghasilkan pembentukan struktur KKMA Nasional sebagai wadah koordinasi kepala madrasah aliyah se-Indonesia. Terpilihnya Edi Triyanto sebagai sekretaris menjadi penanda penting bahwa kepemimpinan madrasah daerah mampu berkontribusi pada level nasional.
“Ini bukan sekadar amanah struktural, tetapi tanggung jawab bersama untuk memperkuat mutu madrasah di seluruh Indonesia. Kolaborasi dan berbagi praktik baik menjadi kunci dalam membangun madrasah yang adaptif terhadap perubahan,” tutur Edi.
Terpilihnya Kepala MAN 1 Yogyakarta dalam struktur nasional ini sekaligus menegaskan posisi MAN 1 Yogyakarta sebagai salah satu aktor penting dalam transformasi pendidikan. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer
































































