BANDUNG – Di tengah pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan transformasi digital, bidang teknologi sering kali identik dengan dunia teknik, informatika, atau komputer. Namun, Muhammad Irfan Maulana membuktikan bahwa inovasi teknologi juga dapat lahir dari dunia peternakan.
Berangkat dari latar belakang Ilmu Peternakan, Irfan memilih jalur yang tidak biasa: menggabungkan peternakan, matematika, AI, dan IoT untuk menciptakan solusi modern bagi industri perunggasan Indonesia, khususnya pada sistem kandang closed house ayam broiler.
Perjalanan tersebut bukan sekadar tentang prestasi akademik, tetapi tentang bagaimana rasa ingin tahu, konsistensi, dan keberanian keluar dari batas bidang keilmuan mampu membentuk arah masa depan seseorang.
Pada 5 Mei 2026, Muhammad Irfan Maulana resmi menyelesaikan studi Magister di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dengan predikat pujian (cumlaude) dan IPK 3,9 hanya dalam waktu 3 semester. Sebelumnya, ia juga menjadi penerima Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran (BUPP) atau program fast track S2 menuju S3 di Universitas Padjadjaran.
Pencapaian tersebut melanjutkan rekam jejak akademiknya saat menyelesaikan pendidikan sarjana Ilmu Peternakan di Universitas Padjadjaran dengan IPK 3,98 dalam waktu 3,5 tahun.
Namun di balik berbagai pencapaian itu, Irfan tetap memandang dirinya sebagai seorang mahasiswa peternakan yang terus belajar memahami bagaimana ilmu pengetahuan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Berasal dari Keluarga Non-Akademis, Tumbuh dengan Semangat Belajar
Muhammad Irfan Maulana lahir di Bandung pada 2 Oktober 2001 dan tumbuh di Sumedang, Jawa Barat. Ia berasal dari keluarga yang bukan berasal dari kalangan akademisi. Lingkungan tersebut justru membentuk keyakinannya bahwa pendidikan adalah salah satu cara untuk memperluas peluang hidup dan membangun kapasitas diri.
Sejak kecil, Irfan dikenal aktif mengikuti berbagai perlombaan akademik maupun non-akademik. Semasa sekolah dasar hingga menengah, ia telah beberapa kali meraih prestasi tingkat kabupaten dan provinsi.
Dari proses itulah ia belajar bahwa prestasi bukan hanya soal hasil akhir, tetapi tentang disiplin, keberanian mencoba, dan kemampuan untuk terus berkembang.
“Sejak kecil saya merasa bahwa keterbatasan latar belakang bukan alasan untuk berhenti bermimpi besar. Saya percaya pendidikan dapat mengubah cara berpikir seseorang dan membuka lebih banyak peluang,” ujarnya.
Prinsip tersebut terus ia pegang hingga memasuki dunia perkuliahan.
Ketika Mahasiswa Peternakan Menjadi Peraih Medali Olimpiade Matematika
Memilih Program Studi Ilmu Peternakan di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran tidak membuat Irfan membatasi dirinya hanya pada satu bidang ilmu. Di tengah aktivitas akademik dan organisasi yang dijalani sejak menempuh Pendidikan Sarjana, ia justru aktif mengikuti berbagai kompetisi nasional, khususnya di bidang matematika.
Hal yang menarik, berbagai prestasi yang berhasil diraih justru berasal dari bidang yang dianggap jauh dari dunia peternakan. Irfan berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dalam berbagai olimpiade matematika tingkat nasional, di antaranya:
• Gold Medal National Student Science Competition in Mathematics 2021,
• Gold Medal National Student Science Olympiad in Mathematics 2020,
• Silver Medal OMMI Olympiad in Mathematics 2022,
• Bronze Medal Indonesian Muslim Olympiad in Mathematics 2023,
• serta berbagai penghargaan matematika lainnya.
Baginya, matematika bukan hanya tentang angka, melainkan cara berpikir untuk menyelesaikan persoalan kompleks secara logis dan sistematis.
“Banyak orang melihat peternakan dan matematika sebagai dua bidang yang berbeda. Tetapi justru dari situ saya belajar bahwa ilmu pengetahuan saling terhubung. Matematika membantu saya membangun pola pikir analitis dalam memahami berbagai persoalan di dunia peternakan,” jelasnya.
Konsistensi tersebut mengantarkannya menjadi Best Student Achievement Award Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran tahun 2022 yang lalu.
Dari Peternakan Konvensional Menuju AI dan IoT
Ketertarikan Irfan terhadap teknologi mulai berkembang ketika ia melihat semakin kompleksnya tantangan industri peternakan modern. Menurutnya, peternakan masa depan tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman lapangan, tetapi juga membutuhkan pendekatan berbasis data dan teknologi.
Karena itu, sejak masa sarjana ia mulai mengembangkan minat pada artificial intelligence dan Internet of Things (IoT), khususnya untuk sistem kandang closed house ayam broiler.
Melalui riset yang dikembangkan saat S1 dan S2, ia mencoba mengintegrasikan sensor IoT, climate control, monitoring iklim mikro kandang secara real-time, hingga pengembangan sistem berbasis AI untuk mendukung efisiensi produksi dan pengambilan keputusan di bidang perunggasan.
Fokus tersebut kemudian membawanya menjadi penerima Padjadjaran Excellence Fastrack Scholarship atau Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran (BUPP) untuk jenjang magister hingga doktoral.
Saat ini, Irfan melanjutkan perjalanan akademiknya sebagai mahasiswa doktoral bidang peternakan di Universitas Padjadjaran dengan fokus pengembangan teknologi AI dan IoT untuk industri perunggasan modern.
Perjalanan Panjang di Balik Lulus Cepat
Di balik capaian lulus sarjana 3,5 tahun dan magister 3 semester, terdapat proses panjang yang penuh tekanan dan tuntutan konsistensi.
Bagi Irfan, tantangan terbesar bukan hanya memahami materi akademik, tetapi menjaga ritme perkembangan diri agar tetap stabil di tengah banyaknya target.
Selain aktif dalam penelitian, ia juga aktif dalam organisasi, kepanitiaan, publikasi ilmiah, pengabdian, hingga komunikasi publik. Ia pernah menjadi pembicara, moderator seminar nasional, master of ceremony berbagai kegiatan kampus, hingga penulis artikel edukasi yang dimuat di berbagai media.
“Tentu pernah merasa lelah, burnout, bahkan merasa tekanan akademik sangat besar. Tetapi saya selalu mencoba mengingat alasan awal mengapa saya memulai semuanya. Saya percaya bahwa konsistensi lebih penting daripada motivasi sesaat,” katanya.
Ia juga meyakini bahwa keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi oleh kemampuan bertahan dan terus berkembang dalam proses panjang.
Membangun Dampak melalui Ilmu Pengetahuan
Selain dikenal aktif dalam bidang akademik dan riset, Irfan juga memiliki perhatian besar terhadap pengembangan masyarakat dan edukasi publik di bidang peternakan.
Ia pernah menulis artikel edukatif seperti:
• “Bukan Mitos Tapi Fakta: Daging Domba Tidak Menyebabkan Kolesterol dan Darah Tinggi”
• “Sisi Lain Limbah Peternakan sebagai Tambang Emas”
Baginya, ilmu pengetahuan tidak seharusnya berhenti di ruang kelas atau jurnal ilmiah saja. Pengetahuan harus mampu diterjemahkan menjadi solusi nyata dan edukasi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Saya ingin riset dan ilmu yang saya pelajari tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga bisa memberikan dampak nyata bagi peternak dan masyarakat,” ujarnya.
Tentang Mimpi Besar dan Proses yang Tidak Pernah Selesai
Perjalanan Muhammad Irfan Maulana menjadi gambaran bahwa latar belakang bukan batas untuk berkembang. Berasal dari dunia peternakan tidak membuatnya membatasi diri hanya pada satu bidang ilmu. Sebaliknya, ia justru menjadikan peternakan sebagai fondasi untuk membangun inovasi teknologi yang lebih luas.
Di era ketika banyak orang ingin terlihat cepat sukses, Irfan memilih fokus pada proses panjang: belajar, bertumbuh, dan terus mengembangkan diri.
Baginya, pendidikan bukan perlombaan untuk terlihat paling hebat, tetapi perjalanan untuk membangun kapasitas diri agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar.
“Jangan cepat puas dengan apa yang telah didapat. Karena ketika kita berhenti belajar, di situlah sebenarnya perkembangan kita ikut berhenti.”
Melalui AI, IoT, dan dunia peternakan, Muhammad Irfan Maulana sedang membangun satu hal penting: jembatan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan masa depan peternakan Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































