Malang – Isu lingkungan kini menjadi perhatian penting di berbagai kalangan, termasuk di lingkungan pendidikan. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan sosialisasi di SMAN 6 Malang yang bertema, “Generasi Z Sebagai Agen Perubahan Lingkungan : Melalui Konsumsi Produk Ramah Lingkungan” . Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Politik Lingkungan yang dikemas secara edukatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa (20/04/2025).
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui pilihan konsumsi yang lebih bijak. Dalam pemaparannya, mahasiswa UMM menjelaskan berbagai materi yang berkaitan dengan produk ramah lingkungan, mulai dari pengertian dasar, perbedaan produk konvensional dan nonkonvensional, hingga dampak buruk penggunaan produk berbahan plastik terhadap kesehatan dan lingkungan. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah tentang mikroplastik, yang dapat masuk ke dalam rantai makanan dan menimbulkan risiko jangka panjang bagi manusia. Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya menerapkan prinsip 4R, yaitu refuse, reduce, reuse, dan recycle, sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga memberikan contoh konkret seperti penggunaan tumbler, tote bag, dan alat makan pribadi sebagai bentuk kebiasaan ramah lingkungan yang mudah diterapkan oleh para pelajar. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mengajak siswa untuk memahami bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Agar kegiatan tidak terasa monoton, sosialisasi ini dilengkapi dengan dua sesi permainan edukatif. Pada sesi pertama, para siswa mengikuti kuis interaktif melalui platform Quizizz yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar materi yang telah dipaparkan. Kuis ini menjadi cara yang menyenangkan untuk menguji pemahaman siswa sekaligus membangun suasana belajar yang aktif dan kompetitif. Pada sesi berikutnya, siswa dibagi menjadi lima kelompok untuk mengikuti permainan berbasis observasi. Setiap kelompok mendapat tugas mencari barang di area sekolah atau di sekitar mereka, kemudian mengidentifikasi apakah barang tersebut termasuk konvensional atau nonkonvensional. Setelah itu, masing-masing kelompok diminta menjelaskan alasan hasil pengamatannya dan mempresentasikannya di depan peserta lainnya. Aktivitas ini dirancang agar siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Sosialisasi tersebut disambut antusiasme luar biasa oleh siswa SMA Negeri 6 Malang, yang tampak begitu bersemangat sepanjang acara, dari diskusi materi hingga permainan kelompok yang penuh tawa dan kompetisi sehat. Interaksi dinamis ini memperkuat pemahaman mereka terhadap isu lingkungan, membuat konsep-konsep seperti mikroplastik dan prinsip 4R terasa relevan serta mudah diterapkan. Mahasiswa Hubungan Internasional UMM optimis bahwa rangkaian acara ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam, tetapi juga memicu perubahan perilaku nyata yang dimana siswa kini lebih sadar untuk beralih ke konsumsi ramah lingkungan, seperti membawa tumbler sendiri atau menolak plastik sekali pakai dalam keseharian sekolah dan rumah tangga. Lebih jauh lagi, inisiatif semacam ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam membentuk Generasi Z sebagai pelopor perubahan lingkungan, yang siap menyebarkan kesadaran ini ke komunitas lebih luas, memastikan bumi kita lestari untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































