Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan pendidikan yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia. Kurikulum ini menekankan pada pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta memberikan kebebasan kepada guru dalam mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakter siswa. Dalam pelaksanaannya, Kurikulum Merdeka bertujuan membentuk peserta didik yang kreatif, aktif, berkarakter, dan memiliki kemampuan berpikir kritis sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
Dalam pendidikan agama Islam, implementasi Kurikulum Merdeka memiliki peranan penting dalam membentuk akhlak, keimanan, dan pemahaman keagamaan peserta didik. Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
SMA Negeri 15 Takengon sebagai salah satu lembaga pendidikan menengah turut menerapkan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Implementasi tersebut dilakukan melalui berbagai strategi pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan peserta didik, penggunaan metode yang inovatif, serta penguatan pendidikan karakter Islami. Guru diberikan keleluasaan dalam mengembangkan modul ajar dan menciptakan suasana belajar yang aktif serta menyenangkan.
Namun, dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka masih terdapat beberapa tantangan, seperti kesiapan guru, sarana dan prasarana, serta kemampuan peserta didik yang berbeda-beda. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pihak sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua agar implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam dapat berjalan secara optimal.
Berdasarkan hal tersebut, penelitian mengenai implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 15 Takengon penting dilakukan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam melalui Kurikulum Merdeka.
Disusun Oleh: Sahlinda
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































