Yogyakarta – MAN 1 Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas melalui kegiatan Reviu Rancangan Kurikulum Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini diselenggarakan, Senin (18/05/2026) di aula lantai 2 MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung hangat namun penuh keseriusan ini menjadi momentum penting untuk memastikan kurikulum madrasah mampu menjawab tantangan zaman sekaligus tetap berpijak pada visi keislaman, akademik, karakter unggul dan berkelas dunia.
Kegiatan reviu menghadirkan sejumlah tokoh penting dari Kementerian Agama, yakni Katim Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum., Kasi Dikmad Kantor Kemenag Kota Yogyakarta Elfa Tsuroyya, S.Ag., M.P.d.I., M.Pd., serta Pengawas MA Kemenag Kota Yogyakarta Evi Efrisanti, S.TP. Hadir juga dalam forum tersebut Ketua Komite MAN 1 Yogyakarta, Hazwan Iskandar Jaya, S.P., Med., CMT., ASEAN. Para ahli memberikan masukan strategis terhadap penyusunan dokumen Kurikulum Madrasah MAN 1 Yogyakarta.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kurikulum merupakan fondasi utama sebuah lembaga pendidikan. “Kurikulum ibarat nyawa bagi sebuah sekolah atau madrasah. Karena itu penyusunannya harus dilakukan secara serius dan mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan serta kekhasan MAN 1 Yogyakarta,” ujar Edi.
Sementara itu, Anita Isdarmini memberikan apresiasi kepada Tim Pengembang Kurikulum MAN 1 Yogyakarta atas komitmennya dalam menyusun dokumen kurikulum madrasah. Menurutnya, proses reviu memiliki peran penting untuk memastikan dokumen kurikulum benar-benar realistis dan mampu mencerminkan seluruh dinamika serta kebutuhan pendidikan di MAN 1 Yogyakarta.
Anita juga mengungkapkan bahwa lembaga pengawas seperti BPK dan BPKP menilai Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu wilayah terbaik dalam penyusunan dokumen kurikulum.
“Dokumen kurikulum adalah alat penjamin mutu awal. Seluruh desain pendidikan madrasah tercermin di dalamnya. Dari dokumen itu nantinya guru dapat mengembangkan pembelajaran sesuai kompetensi dan ciri khas mata pelajaran masing-masing,” jelas Anita.
Di sisi lain, Elfa Tsuroyya menegaskan bahwa proses reviu kurikulum bukan bertujuan mencari kekurangan madrasah, melainkan menjadi ruang evaluasi dan penyempurnaan bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis agar dokumen kurikulum yang disusun benar-benar siap diterapkan dan mampu mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara optimal.
Di sesi terakhir, Pengawas Madrasah Evi Efrisanti menjelaskan tentang hal-hal teknis terkait penyusunan dokumen kurikulum, mulai dari judul, lembar pengesahan sampai monitoring dan Evaluasi.
“Dokumen harus ditulis sistematis seperti dalam buku panduan agar pola pemikiran dan pemahaman pembacanya terbentuk secara sistematis pula,” jelas Evi.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Yogyakarta berharap dokumen Kurikulum Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027 dapat menjadi pedoman pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era yang terus berkembang. (luf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































