MEDAN – Isu pemborosan pangan yang selama ini kerap luput dari perhatian kini mulai disuarakan hingga ke ruang-ruang kelas. Tiga mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Peminatan Gizi, Sherly Anastasya Gunawan, Firza Audina Sirait, dan Raisah Heliani, turut mendukung program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi bertajuk ” Stop Boros Pangan” di SMP Negeri 28 Medan, pada Kamis, 11 September 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan mahasiswa terhadap upaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan menghargai pangan. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswi didampingi oleh pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provsu untuk memberikan sosialisasi kepada siswa-siswi kelas IX SMP Negeri 28 Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi gizi dan ketahanan pangan yang menyasar generasi muda sebagai agen perubahan, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Sosialisasi ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya angka susut dan sisa pangan (food loss and waste) di Indonesia, yang tidak jarang bermula dari kebiasaan sederhana seperti menyisakan makanan, membeli bahan pangan secara berlebihan, hingga minimnya pemahaman tentang cara menyimpan makanan yang baik dan benar. Melalui tema ” Stop Boros Pangan” , ketiga mahasiswi berupaya menanamkan kesadaran sejak dini kepada para siswa akan pentingnya menghargai dan mengelola pangan secara bijak, sekaligus turut mendukung upaya dalam menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh siswa kelas IX. Diawali dengan pemaparan materi mengenai dampak boros pangan terhadap lingkungan, ekonomi, dan gizi masyarakat, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membuka ruang bagi siswa untuk berbagi pengalaman serta bertanya langsung seputar kebiasaan makan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah.
Untuk menghidupkan suasana belajar, panitia turut menghadirkan sesi kuis interaktif dengan pemberian hadiah bagi siswa peraih nilai tertinggi. Metode ini mendorong partisipasi aktif siswa sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. Kegiatan ini juga didampingi oleh pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provsu, serta mendapat dukungan dari pihak SMP Negeri 28 Medan yang menyambut baik inisiatif edukasi mengenai ketahanan pangan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, siswa SMP Negeri 28 Medan diharapkan tidak hanya secara teori mengenai bahaya boros pangan, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti merencanakan porsi makan sesuai kebutuhan, menyimpan bahan makanan dengan tepat, serta memanfaatkan sisa makanan secara kreatif dan bertanggung jawab.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Mahasiswi FKM UINSU Peminatan Gizi dalam mendukung program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provsu, sekaligus menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan gizi dan ketahanan pangan secara langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Ke depan, kegiatan edukasi dan kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas cakupannya ke sekolah-sekolah lain. Kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provsu, FKM UINSU khususnya Peminatan Gizi, serta pihak sekolah diharapkan dapat menjadi langkah bersama dalam membangun kesadaran generasi muda untuk lebih bijak dalam mengelola pangan dan menjaga ketahanan pangan mulai dari lingkungan terkecil, yaitu individu dan keluarga.
Penulis: Sherly Anastasya Gunawan, Firza Audina Sirait, Raisah Heliani – FKM UINSU PEMINATAN GIZI
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































