JAKARTA, Siaranberita.com — Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), Syailendra Ogan, meraih penghargaan dalam ajang 4th Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026 yang diselenggarakan The Iconomics di Gedung Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Kamis (15/10).
Penghargaan tersebut mengapresiasi peran pemimpin keuangan dalam menjaga stabilitas dan menghadirkan inovasi finansial perusahaan. Berdasarkan keterangan perusahaan, penilaian dilakukan The Iconomics Media bersama Axia Research melalui pemantauan pemberitaan mengenai CFO dan perusahaan sepanjang 2025 hingga kuartal II 2026, serta penelaahan arus kas dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan.
Bagi WIKA Beton, pengelolaan keuangan berfokus pada kemampuan menjaga profitabilitas sekaligus mengendalikan risiko proyek. Pada semester I 2026, perusahaan melaporkan laba sebesar Rp4,74 miliar, tumbuh 9,14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan pendapatan usaha mencapai Rp1,48 triliun.
Pada periode tersebut, rasio lancar perusahaan tercatat sebesar 130,95%. Sementara itu, rasio utang terhadap ekuitas atau debt-to-equity ratio (DER), sebagaimana dilaporkan perusahaan, turun menjadi 71,52% dari 81,75% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan menyebut divestasi aset nonproduktif, optimalisasi sistem digital berbasis enterprise resource planning (ERP), serta penguatan tata kelola sebagai bagian dari langkah efisiensi dan pengelolaan likuiditas.
Syailendra mengatakan ketahanan bisnis WIKA Beton bertumpu pada kedisiplinan manajemen dalam menjalankan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola, dan mengendalikan risiko. Salah satu penerapannya adalah Four Eyes Principle dalam proses pertimbangan sebelum perusahaan mengeksekusi proyek.
“Penghargaan ini mencerminkan hasil kerja keras kami dalam mengamankan likuiditas lewat penerapan Four Eyes Principle sebelum mengeksekusi proyek,” ujar Syailendra.
Menurut dia, proses tersebut mencakup pemeriksaan kemampuan pembayaran dan rekam jejak pemberi kerja. Penilaian ini menjadi bagian penting dalam mengelola risiko pembayaran dan melindungi arus kas perusahaan.
Disiplin dalam memilih dan menjalankan proyek juga relevan dengan bertambahnya perolehan pekerjaan. Hingga kuartal III 2026, WIKA Beton mengumumkan kontrak baru sebesar Rp3,1 triliun, dibandingkan Rp1,97 triliun hingga kuartal II 2026. Pelanggan swasta menyumbang 45,37% dari perolehan tersebut, diikuti kerja sama operasi atau KSO/JO sebesar 36,35%, BUMN sebesar 16,18%, dan WIKA sebesar 2,10%. Sektor infrastruktur menjadi kontributor terbesar dengan porsi 61,45%.
Selain menjaga kegiatan operasional, perusahaan tetap mengalokasikan imbal hasil bagi pemegang saham. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun buku 2025 menetapkan dividen tunai sekitar Rp4,01 miliar, setara Rp0,46 per saham.
Ke depan, WIKA Beton menyatakan akan melanjutkan inovasi pengelolaan keuangan dan penguatan tata kelola yang transparan. Perusahaan menempatkan efisiensi, pengendalian risiko, serta pengelolaan likuiditas sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan proyek dan menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan. Hal ini selaras dengan program yang diterapkan oleh Danantara dalam ekosistem BUMN.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































