TANGERANG SELATAN – Pernah tidak kita melihat sebuah produk di TikTok, lalu tiba-tiba merasa penasaran dan ingin membelinya? Padahal sebelumnya kita tidak pernah mengenal produk tersebut. Menariknya, sering kali yang membuat kita tertarik bukan iklan resmi dari brand, melainkan video atau review dari orang biasa yang sudah mencoba produk tersebut.
Menurut saya, hal seperti ini sudah menjadi bagian dari kebiasaan konsumen di era digital. Sebelum membeli sesuatu, banyak orang sekarang tidak langsung percaya pada apa yang dikatakan oleh brand. Mereka justru mencari pengalaman orang lain melalui TikTok, Instagram, YouTube, marketplace, atau bahkan kolom komentar.
Dari sinilah muncul perubahan yang cukup menarik dalam dunia marketing. Konsumen yang awalnya hanya menjadi pembeli, sekarang bisa ikut membantu memasarkan sebuah produk. Mereka membuat video, memberikan ulasan, membagikan pengalaman, atau sekadar mengatakan bahwa suatu produk memang bagus. Tanpa disadari, aktivitas tersebut dapat menjadi promosi bagi sebuah brand.
Review Sederhana Bisa Lebih Meyakinkan
Menurut saya, alasan utama review konsumen bisa memiliki pengaruh besar adalah karena terasa lebih nyata. Ketika sebuah brand membuat iklan, kita sudah tahu bahwa mereka memang sedang berusaha membuat produknya terlihat menarik. Wajar jika semua kelebihan ditampilkan.
Berbeda dengan review dari konsumen. Mereka biasanya menunjukkan produk dalam kondisi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang membeli skincare kemudian menunjukkan hasil pemakaian selama beberapa minggu. Atau seseorang mencoba makanan lalu memberikan pendapatnya secara langsung di depan kamera.
Hal sederhana seperti itu terkadang justru membuat calon pembeli lebih percaya.
Kita juga sering melihat seseorang mengatakan, “Awalnya aku cuma lihat review orang, akhirnya ikut beli.” Menurut saya, kalimat seperti ini menggambarkan bahwa keputusan pembelian saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh iklan, tetapi juga oleh pengalaman orang lain.
Konsumen Sekarang Tidak Hanya Membeli
Dulu, hubungan antara brand dan konsumen terasa lebih sederhana. Brand membuat produk, kemudian melakukan promosi, sedangkan konsumen menerima informasi dan memutuskan apakah ingin membeli atau tidak.
Sekarang situasinya berbeda.
Konsumen bisa ikut membuat konten dan menyebarkan informasi tentang sebuah produk kepada orang lain. Satu video review yang awalnya dibuat untuk sekadar berbagi pengalaman bisa mendapatkan banyak penonton dan akhirnya membuat produk tersebut semakin dikenal.
Yang menarik, konsumen tidak harus menjadi influencer terkenal untuk memberikan pengaruh. Orang dengan jumlah pengikut yang sedikit pun bisa membuat sebuah produk diperhatikan jika kontennya dianggap jujur dan relevan.
Menurut saya, justru hal inilah yang membuat pemasaran melalui konsumen menjadi menarik. Orang lebih mudah merasa terhubung dengan seseorang yang dianggap “seperti mereka” dibandingkan dengan iklan yang terlalu sempurna.
Ketika Konsumen Menjadi Promotor Tanpa Disadari
Ada kalanya konsumen sebenarnya tidak berniat melakukan promosi. Mereka hanya ingin membagikan pengalaman pribadi. Namun ketika kontennya menarik perhatian banyak orang, secara tidak langsung mereka sudah membantu memperkenalkan produk tersebut.
Misalnya, seseorang membeli sebuah produk karena penasaran, kemudian membuat video tentang pengalaman menggunakan produk tersebut. Video itu ternyata banyak ditonton. Orang lain yang melihatnya kemudian ikut penasaran dan membeli produk yang sama.
Dari satu konsumen, informasi dapat berpindah ke konsumen lainnya.
Menurut saya, ini merupakan salah satu bentuk pemasaran yang sangat kuat karena penyebarannya terjadi secara alami. Brand tidak harus selalu berbicara tentang dirinya sendiri. Terkadang, konsumen justru bisa menjadi pihak yang menceritakan produk dengan cara yang lebih mudah diterima.
Tapi Tidak Semua Review Bisa Langsung Dipercaya
Walaupun review konsumen memiliki pengaruh besar, bukan berarti semua review dapat dijadikan patokan. Saat ini banyak juga konten yang dibuat karena kerja sama dengan brand, mendapatkan produk gratis, atau memiliki kepentingan tertentu.
Karena itu, konsumen tetap harus pintar membedakan antara pengalaman yang benar-benar jujur dengan konten yang dibuat untuk kepentingan promosi.
Menurut saya, review yang menarik justru bukan review yang hanya mengatakan bahwa sebuah produk bagus. Ketika seseorang berani menyampaikan kelebihan sekaligus kekurangan suatu produk, review tersebut biasanya terasa lebih masuk akal.
Contohnya, seseorang mengatakan bahwa suatu produk memiliki kualitas yang bagus, tetapi harganya cukup mahal. Pendapat seperti itu bisa terasa lebih realistis dibandingkan hanya mengatakan, “Produk ini bagus banget dan wajib beli!”
Artinya, kejujuran dalam menyampaikan pengalaman menjadi salah satu hal penting dalam membangun kepercayaan konsumen.
Lalu, Apakah Iklan Mahal Sudah Tidak Berguna?
Menurut saya, bukan berarti iklan mahal sudah tidak memiliki fungsi. Iklan tetap dibutuhkan oleh perusahaan untuk memperkenalkan produk, membangun identitas brand, dan menjangkau lebih banyak orang.
Namun, biaya iklan yang besar juga tidak otomatis membuat konsumen percaya.
Sebuah brand mungkin bisa membuat iklan yang terlihat sangat profesional, menggunakan artis terkenal, konsep yang menarik, dan biaya produksi yang besar. Tetapi setelah melihat iklan tersebut, konsumen tetap bisa mencari review dari pengguna lain sebelum membeli.
Di sinilah perbedaan antara menarik perhatian dan membangun kepercayaan.
Iklan dapat membuat orang mengetahui keberadaan sebuah produk. Sementara itu, pengalaman konsumen lain dapat membuat seseorang merasa lebih yakin untuk mencobanya.
Brand Harus Mulai Mendengarkan Konsumen
Menurut saya, perusahaan seharusnya tidak hanya memikirkan bagaimana membuat iklan yang menarik. Mereka juga perlu memperhatikan bagaimana konsumen membicarakan produk mereka.
Komentar, review, video, dan pengalaman konsumen sebenarnya dapat menjadi sumber informasi bagi perusahaan. Dari sana, brand bisa mengetahui apa yang disukai konsumen dan apa yang masih perlu diperbaiki.
Bahkan review negatif pun tidak selalu harus dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Jika perusahaan mau mendengarkan dan memperbaikinya, kritik tersebut justru dapat menjadi bahan evaluasi.
Sebab, sebaik apa pun iklan yang dibuat, pada akhirnya konsumen akan merasakan sendiri kualitas produk tersebut.
Konsumen Adalah Bagian dari Marketing Masa Kini
Menurut saya, perkembangan media sosial telah mengubah cara kerja marketing. Konsumen sekarang bukan lagi hanya orang yang menjadi sasaran promosi. Mereka juga bisa menjadi bagian dari promosi itu sendiri.
Satu review sederhana dapat membuat orang penasaran. Satu video dapat membuat produk menjadi dikenal. Dan satu pengalaman konsumen dapat memengaruhi keputusan pembelian orang lain.
Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya mengeluarkan banyak biaya untuk membuat iklan. Mereka juga harus memastikan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan memang mampu membuat konsumen ingin bercerita kepada orang lain.
Pada akhirnya, marketing bukan hanya tentang seberapa besar perusahaan mampu berbicara kepada konsumennya. Marketing juga tentang apa yang dikatakan konsumen ketika perusahaan tidak sedang berbicara.
Bagi saya, di era digital seperti sekarang, review konsumen bukan lagi sekadar pendapat biasa. Review dapat menjadi bentuk promosi yang memiliki kekuatan besar karena datang dari pengalaman nyata. Itulah mengapa terkadang satu cerita jujur dari konsumen bisa memberikan pengaruh yang lebih besar daripada iklan mahal yang dibuat dengan sempurna.
Penulis : Adilah Firdaus – universitas Pamulang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































