TANGERANG SELATAN – Pernah bertemu seseorang yang pandai berbicara, tetapi justru membuat orang lain merasa tidak nyaman? Ia mampu menyampaikan pendapat dengan lancar, tetapi suka memotong pembicaraan atau meremehkan orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara yang baik bukan hanya tentang kelancaran menyusun kata, tetapi juga tentang bagaimana kita menghargai orang lain.
Public speaking sering dianggap sebagai kemampuan untuk tampil percaya diri dan menarik perhatian audiens. Padahal, etika juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Tanpa etika, pembicara justru bisa kehilangan kepercayaan dari orang-orang yang mendengarkannya.
Pandai Berbicara Saja Tidak Cukup
Dalam buku The Art of Public Speaking, Stephen E. Lucas (2020) membahas pentingnya etika dalam menyampaikan pesan. Pembicara perlu memperhatikan kejujuran, tanggung jawab, dan cara berkomunikasi dengan audiens.
Misalnya, seorang mahasiswa menguasai materi presentasi dengan baik, tetapi menjawab pertanyaan temannya menggunakan nada meremehkan. Meskipun materinya bagus, sikap tersebut dapat membuat orang lain enggan bertanya kembali.
Sebaliknya, pembicara yang bersedia mendengarkan, menjawab dengan sopan, dan mengakui keterbatasan pengetahuannya akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan.
Kejujuran dan Sikap Menghargai
Keinginan untuk terlihat pintar terkadang membuat seseorang melebih-lebihkan informasi atau menyampaikan data yang belum jelas sumbernya. Padahal, pembicara yang baik tidak harus mengetahui semua jawaban. Mengakui bahwa dirinya belum mengetahui suatu hal lebih baik daripada memberikan informasi yang belum tentu benar.
National Communication Association melalui Credo for Ethical Communication menekankan pentingnya kejujuran, ketepatan informasi, dan tanggung jawab dalam komunikasi. Oleh karena itu, sumber informasi perlu dicantumkan ketika menggunakan pendapat atau karya orang lain.
Selain jujur, pembicara juga perlu menghargai perbedaan pendapat. Ketika menerima kritik, kita boleh memberikan bantahan, tetapi sebaiknya disampaikan dengan tenang tanpa menyerang pribadi orang lain. Bersikap tegas tidak harus berarti bersikap kasar.
Mendengarkan Juga Bagian dari Komunikasi
Public speaking bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang mendengarkan. Tidak memotong pembicaraan, menggunakan bahasa yang sopan, menghargai waktu, dan memberikan kesempatan kepada audiens untuk bertanya merupakan bentuk etika sederhana yang penting.
Buku Stand Up, Speak Out: The Practice and Ethics of Public Speaking dari University of Minnesota Libraries Publishing (2016) juga membahas pentingnya etika dalam berbicara di depan umum. Artinya, kemampuan berbicara perlu diimbangi dengan sikap bertanggung jawab.
Pada akhirnya, menjadi pembicara yang hebat bukan berarti harus selalu menjadi orang yang paling banyak berbicara. Pembicara yang baik mampu menyampaikan pendapat dengan jelas, menerima kritik, menghargai perbedaan, dan mendengarkan orang lain.
Kemampuan berbicara mungkin dapat menarik perhatian, tetapi kejujuran dan rasa hormatlah yang membantu membangun kepercayaan audiens.
Penulis: Neng Eka & Fitryani Khuzen – universitas Pamulang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































