Buku cerita digital dapat menjadi media pembelajaran yang membantu guru menghadirkan pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Melalui perpaduan ilustrasi, teks, dan narasi audio, anak diajak mengamati objek, menyampaikan pendapat, mengenali konsep, serta membangun pemahaman melalui percakapan bersama guru. Sebagai tindak lanjut pengembangan media berbasis wisata dan budaya lokal, dilaksanakan implementasi dua buku cerita digital yang mengangkat kekhasan Kota Palembang, yaitu “Jalan-jalan ke Pasar 16” dan “Petualangan Putri di Tepian Sungai Musi”. Kedua buku menghadirkan tokoh Putri bersama keluarganya dalam situasi yang akrab dengan kehidupan anak, seperti mengunjungi pasar, mengenal makanan khas, mengamati perahu ketek, serta mengenal berbagai objek dan budaya lokal.
Dalam pelaksanaannya, guru menampilkan halaman buku secara bertahap dengan mengajak anak mengamati sampul, mengenali tokoh dan latar cerita, serta memperkenalkan fitur navigasi, seperti tombol putar untuk mendengarkan narasi dan tombol panah untuk berpindah halaman. Selanjutnya, narasi cerita diperdengarkan dan guru memberikan pertanyaan pemantik untuk mendorong anak mengamati gambar, mengingat informasi, mengenali lingkungan sekitar, serta mengungkapkan pemahaman dan respons menggunakan bahasanya sendiri.

Pada buku “Jalan-jalan ke Pasar 16”, anak diajak mengenali suasana pasar dan berbagai objek lokal, seperti sayuran, ikan, pempek, kue khas Palembang, kain songket, dan tanjak. Melalui cerita tersebut, guru memfasilitasi pengembangan literasi dan numerasi awal, seperti menyebutkan nama benda, mengenali bentuk geometri, menghitung dan membandingkan jumlah, mengelompokkan benda berdasarkan warna atau jenis, serta mengukur panjang menggunakan jengkal tangan. Sementara itu, buku “Petualangan Putri di Tepian Sungai Musi” mengajak anak mengenal lingkungan tepian Sungai Musi melalui objek seperti Jembatan Ampera, perahu ketek, makanan khas, dan benda-benda lokal lainnya. Guru mengembangkan kemampuan anak melalui kegiatan mengenali warna, membandingkan ukuran dan panjang, menghitung, serta mengelompokkan benda berdasarkan bentuk dan warna.
Selama kegiatan berlangsung, guru berperan sebagai fasilitator dengan mengarahkan perhatian anak pada ilustrasi dan isi cerita, memperdengarkan narasi, mengajukan pertanyaan terbuka, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab dan menceritakan kembali bagian yang menarik. Anak terlibat aktif melalui kegiatan menyimak, mengamati, menunjuk gambar, menyebutkan objek, menghitung, membandingkan, mengelompokkan, serta menyampaikan pilihan dan pendapat. Respons yang ditunjukkan anak beragam sesuai dengan pengalaman dan tahap perkembangannya.

Implementasi kedua buku cerita digital ini memberikan konteks belajar yang menghubungkan pengalaman anak dengan lingkungan dan budaya lokal. Kegiatan menyimak cerita dipadukan dengan tanya jawab dan pengamatan gambar sehingga konsep literasi dan numerasi tidak disampaikan sebatas latihan terpisah, tetapi muncul dalam konteks cerita yang bermakna. Guru juga dapat menyesuaikan pertanyaan, memberi waktu kepada anak untuk berpikir, dan mengembangkan jawaban anak melalui percakapan.
Selama kegiatan berlangsung, guru berperan sebagai fasilitator dengan mengarahkan perhatian anak pada ilustrasi dan isi cerita, memperdengarkan narasi, mengajukan pertanyaan terbuka, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab dan menceritakan kembali bagian yang menarik. Anak terlibat aktif melalui kegiatan menyimak, mengamati, menunjuk gambar, menyebutkan objek, menghitung, membandingkan, mengelompokkan, serta menyampaikan pilihan dan pendapat. Respons yang ditunjukkan anak beragam sesuai dengan pengalaman dan tahap perkembangannya.
Oleh: Prof. Sri Sumarni, M.Pd.
(Dosen PAUD Universitas Sriwijaya)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































