Perkembangan industri food and beverage (F&B) di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang sangat pesat. Salah satu fenomena yang menonjol adalah maraknya bisnis minuman kemasan berbasis waralaba (franchise) lokal, seperti “Es Teh Dieng”. Pertumbuhan jaringan gerai yang ekspansif secara langsung mengindikasikan tingginya kebutuhan akan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pada level operasional pramusaji atau penjaga gerai (booth). Dalam konteks ini, fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas dan kualitas pelayanan langsung kepada konsumen.
Namun, berbeda dengan korporasi besar yang memiliki divisi Human Resources (HR) profesional, sebagian besar pelaku usaha waralaba lokal berskala UMKM mengelola SDM mereka secara mandiri (owner-manager). Keterbatasan modal awal dan skala usaha yang mikro mendorong pemilik gerai untuk menerapkan sistem perekrutan mandiri yang bersifat informal dan berbasis metode konvensional (offline). Langkah ini diambil demi mengutamakan aspek kecepatan dan efisiensi biaya.
Penerapan metode perekrutan offline dan mandiri ini tentu memberikan dampak nyata terhadap pola pengelolaan operasional gerai, baik dalam bentuk kelebihan taktis maupun implikasi administratif tertentu. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kajian ilmiah yang komprehensif menggunakan pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi sistem rekrutmen pada UMKM “Es Teh Dieng” guna mendukung perkembangan usaha secara berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami secara mendalam mengenai sistem perekrutan tenaga kerja mandiri pada UMKM “Es Teh Dieng”. Pendekatan deskriptif dipilih karena mampu memberikan gambaran secara rinci mengenai fenomena tata kelola SDM informal, mulai dari penentuan kriteria pelamar, mekanisme penyebaran informasi lowongan, hingga prosedur seleksi di tingkat retail mikro.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan analisis dokumen sekunder, yang diselaraskan dengan hasil penelitian terdahulu dari jurnal-jurnal ilmiah manajemen SDM sektor UMKM kuliner yang valid. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pisau analisis SWOT untuk mengelompokkan faktor internal perusahaan (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman). Tahap akhir penelitian diisi dengan penarikan kesimpulan dan perumusan saran praktis yang dapat diterapkan oleh pemilik usaha dalam meningkatkan efektivitas manajemen SDM.
Berdasarkan hasil analisis terhadap model operasional UMKM “Es Teh Dieng”, diketahui bahwa sistem perekrutan yang diterapkan berjalan secara mandiri dan berfokus pada pemanfaatan instrumen konvensional. Pemilik usaha memegang kendali penuh dalam menentukan kriteria pelamar yang umumnya bersifat sederhana, seperti aspek kejujuran, kerapian, kemampuan komunikasi dasar, serta fleksibilitas jadwal kerja (shift).
Berdasarkan pendekatan analisis SWOT, berikut adalah pemetaan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi sistem perekrutan karyawan pada UMKM “Es Teh Dieng”:
A. Kekuatan (strenghts)
1. Efisiensi anggaran operasional seperti proses perekrutan tidak membutuhkan alokasi dana untuk platform lowongan kerja digital berbayar ataupun jasa pihak ketiga, sehingga sangat sesuai dengan kapasitas finansial UMKM.
2. Kecepatan pengisian posisi kosong melalui prosedur wawancara langsung di tempat (walk-in interview), keputusan penerimaan dapat diputuskan secara instan pada hari yang sama untuk mencegah kekosongan penjaga gerai.
3. Tingkat kepercayaan awal mula yang lebih tinggi seperti menggunakan referensi dari mulut ke mulut (word-of-mouth) dari lingkaran terdekat memberikan jaminan moral dan rasa aman awal bagi pemilik usaha mengenai rekam jejak calon karyawan.
B. Kelemahan (weakness)
1. Tingginya subjektivitas seleksi seperti ketiadaan alat tes psokologi atau panduan wawancara yang terstandarisasi menyebabkan keputusan penerimaan karyawan sepenuhnya bertumpu pada intuisi pribasi pemilik usaha, sehingga rentan terhadap bias penelitian.
2. Lemahnya standarisasi pelatihan (Training) karena proses rekrutmen berjaalan cepat secara mandiri, proses pengenalan kerja (onboarding) hanya dilakukan secara lisan dan sekilas tanpa modul tertulis baku. Hal ini berisiko memici inkonsistensi takaran rasa produk “E s The Dieng” antar karyawan.
C. Peluang (Opportunities)
1. Optimalisasi tenaga kerja lokal pemasangan pamflet lowongan di sekitar area gerai memberikan peualng besar untuk menyerap angkatan kerja di tingkat rukun tetangga/warga setempat. Pekerja yang berdomisili dekat lokasi memiliki beban transportasi rendah dan tingkat kehadiran yang lebih stabil.
2. Fleksibelitas Pengelolaan Jaringan Sosial hubungan informal yang erat antara pemilik dan karyawan lokal dapat dimanfaakan untuk membangun lingkungan kerja kekeluargaan yan solid guna meningkatkan loyalitas kelompok.
D. Ancaman (Threats)
1. Tingginya angka perputaran karyawan (turnover intentiom) karakteristik inudustri F&B berkala mikro sangat rentan terhadap fenomena keluar-masuknya karyawan. Tanpa adanya kontrak resmi, karyawan cendrung mudah mengundurkan diri saat mendapat pekkerjaan lain yang dinilai lebih mapan.
2. Pergeseran preferensi kerja generasi muda adanya kecendrungan angkatan kerja muda saat ini yang lebih memiliki pekerjaan dengan fleksibilitas tinggi atau sektor formal, menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan tenaga kerja agar bertahan lama pada operasional gerai fisik.
Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis SWOT, dapat disimpulkan bahwa sistem rekrutmen mandiri secara offliene yang diterapkan oleh UMKM franchise lokal “Es The Dieng” memiliki keunggulan kompratif pada efesiensi biaya operasional dan kecepatan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja lokal. Mekanisme referensi internal dan pemasangan pamflet fisik menjadi instrumen taktis yang efektif bagi skala usaha mikro.
Namun, sistem yang bersifat informal ini membawa implikasi berupa tingginya subjektivitas seleksi dan lemahnya konsistensi standardisasi pelatihan produk. Selain itu, perusahaan dihadapkan pada ancaman eksternal berupa tingginya angka perputaran karyawan (turnover) yang menjadi karateristik umum sektor retail kuliner. Oleh karena itu, UMKM “Es The Dieng” disarankan untuk mengadopsi pembaruan tata kelola MSDM sederhana, seperti menyusun lembar penilaian wawancara ringkas, menerapkan panduan resep tertulis (SOP) baku, serta membuat kesempatan kerja tertulis guna memperjelaskan hak dan kewajiban demi menjaga keberlanjutan perkembangan usaha.
Daftar Pustaka
Hasibuan, M. S. P. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Nazila, R. (2024). Strategi Efektif Dalam Perencanaan, Perekrutan, Dan Penempatan Sumber Daya Insani Di Era Digital: Studi Kasus Seblak Madona. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara.
Nurbasari, A. P. (2023). Perekrutan Karyawan di UMKM Tutug Oncom Kang Asep Tasik. Neliti Repository / Jurnal Ekonomi dan Bisnis.
Panjaitan, F. N. E. (2024). Human Resource Management Practices in Culinary MSME Performance. Indonesian Journal of Law and Economics Research (IJLER).
Rangkuti, F. (2018). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutrisno, E. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.
Penulis
Syarifa Arieza Zulfa1 , Sonia2 , Sabrina Auralia3
Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang, Tangeramg Selatan
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































