Siaran Berita, Kendal, (16 Agustus 2026) – Muhammad Rafael Malakiano, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP), menyusun majalah inventarisasi budaya dan UMKM Desa Kadilangu, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, sebagai bagian dari program sosial kemasyarakatan. Majalah bertajuk “Inventarisasi Budaya dan UMKM sebagai Potensi Pariwisata Desa” tersebut menjadi upaya untuk mendokumentasikan berbagai potensi lokal sekaligus memperkenalkan identitas Desa Kadilangu kepada masyarakat yang lebih luas.
Penyusunan majalah berangkat dari potensi Desa Kadilangu yang tidak hanya terlihat dari kondisi geografis dan sektor pertaniannya, tetapi juga dari kehidupan sosial, budaya, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam majalah tersebut, Desa Kadilangu digambarkan sebagai komunitas yang memiliki kehidupan masyarakat yang solid dan harmonis, dengan berbagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari identitas dan daya tarik desa.
Dalam proses penyusunannya, Rafael berkontribusi melalui pengumpulan informasi, penulisan, dan pendokumentasian berbagai potensi yang ditemukan selama pelaksanaan KKN. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menggali informasi mengenai kehidupan masyarakat serta mengangkat cerita di balik potensi lokal agar tidak hanya tercatat sebagai data, tetapi juga dapat dipahami dalam konteks kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Kadilangu.
Salah satu potensi yang diangkat adalah UMKM ikan asap Pak Sinwan. Usaha tersebut telah beroperasi sejak 1998 dan berkembang hingga memiliki jangkauan pasar di luar pulau, termasuk Kalimantan. Selain menjadi sumber pendapatan pemilik usaha, kegiatan produksi ikan asap juga melibatkan masyarakat sekitar dalam rantai pengadaan bahan, proses pengasapan, hingga distribusi.
Majalah tersebut juga mendokumentasikan kesenian Barongan sebagai salah satu potensi sosial budaya Desa Kadilangu. Kesenian tradisional ini tidak hanya dipandang sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai medium ekspresi budaya, spiritualitas, dan solidaritas sosial masyarakat. Keberadaannya menjadi bagian dari kehidupan warga sekaligus menjadi sarana yang memperkuat hubungan antargenerasi.
Salah satu kelompok yang turut diangkat adalah Trenggono Sekar Anom, kelompok seni pertunjukan tradisional Barongan yang berasal dari Desa Kadilangu. Aktivitas kelompok tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan berinteraksi bagi masyarakat. Bahkan, kesenian tersebut pernah menjadi bagian dari kegiatan penggalangan dana bagi korban kebakaran di Desa Kadilangu pada 11 Juli 2026.
Selain budaya dan UMKM, majalah turut mengangkat sektor pertanian sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Kadilangu. Dengan sekitar 92,24 hektare lahan sawah, pertanian menjadi salah satu sektor utama ekonomi desa. Padi, jagung, tembakau, dan kacang-kacangan menjadi komoditas yang berkontribusi terhadap kehidupan ekonomi sekaligus ketahanan pangan masyarakat.
Melalui penyusunan majalah ini, Rafael berupaya menempatkan dokumentasi sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Informasi mengenai budaya, UMKM, pertanian, dan kehidupan masyarakat dikemas dalam bentuk publikasi yang dapat menjadi arsip sekaligus media pengenalan potensi Desa Kadilangu. Majalah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai desa, tidak hanya dari sisi geografis dan historis, tetapi juga dari dinamika kehidupan masyarakatnya.
Rafael menyampaikan bahwa penyusunan majalah menjadi kesempatan untuk mendalami sejarah dan kehidupan masyarakat Desa Kadilangu sekaligus mendokumentasikan potensi lokal melalui tulisan. Latar belakangnya dalam bidang Antropologi Sosial turut mendorong ketertarikannya untuk menggunakan pendekatan yang dekat dengan kehidupan dan budaya masyarakat dalam proses penyusunan majalah
Majalah ini disambut apresiasi positif dari Bu Ida Fitriana selaku Kepala Desa Kadilangu, “Semoga majalah ini bisa menjadi langkah pembuka bagi desa yang telah bersinergi dengan KKN UNDIP, untuk melakukan pengembangan dan memajukan desa Kadilangu”.
Keberadaan majalah ini diharapkan tidak berhenti sebagai luaran kegiatan KKN, tetapi dapat menjadi dokumentasi yang bermanfaat bagi Desa Kadilangu dalam mengenalkan dan menjaga potensi lokalnya. Inventarisasi budaya dan UMKM juga dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat identitas desa serta membuka peluang pengembangan potensi lokal sebagai bagian dari pariwisata desa.
Penulis/Reporter: Muhammad Rafael Malakiano
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































